Puisi-Puisi Astrajingga Asmasubrata; IMPROVISASI SEBELUM PERGI

Aku tak mencarimu, tak perlu kau menunggu Di ujung puisi ini. Kau boleh mengumpatku "Teleksu!", namun gadis yang akan kunikahi Anak tengkulak bumbu di pasar Karanganyar Kami juga bertekad memuliakan rasa lapar Dengan benar, seperti rintik hujan suburkan Ladang. Hidup kami akan kuning segar sayur Opor santapan paling selera ketika hari raya

Segelas Es Teh

Aku sedang berpikir, bagaimanakah aku akan mati? Apakah dengan remeh temeh? Atau serupa pahlwan? Entahlah.

Literasi Dari Bawah

Memang benar bahwa budaya baca kita sebenarnya sudah tinggi, tinggal bagaimana mengarahkan menuju budaya baca yang benar. Bukan membaca postingan yang kadang belum tentu kebenarannya.

Biografi Amarah

Amarah - Pada suatu hari, sebagaimana dicatat Imam Bukhari dalam kompilasi hadis sahihnya, Nabi Muhammad pernah mendapat permintaan sederhana dari seorang lelaki. “Berilah aku pesan,” kata...

Semua Gara-Gara Somad

Aku takut malaikat tiba-tiba mengetuk pintu rumahku. Detak jantungku yang semakin cepat, kemudian tubuhku menggigil. Aku berpikir akan mati berdiri kemudian dikuburkan bersama pemuda yang mati...

Pacarku Menginginkan Tuhan Menghilangkan Matahari

Tapi alasan yang tepat bukan karena itu kau meminta Tuhan menghilangkan matahari. Aku tahu. Aku juga mengamini doa mustahil itu.

Artikel

Puisi

Cerpen