KPMRT Bersama PC PMII Tuban Diskusikan Industrialisasi di Daerah

2
Fathur Ketua PC PMII Tuban berikan kenang-kenangan buku kepada KPMRT yang diwakili Dafit
Fathur Ketua PC PMII Tuban berikan kenang-kenangan buku kepada KPMRT yang diwakili Dafit
Fathur Ketua PC PMII Tuban berikan kenang-kenangan buku kepada KPMRT yang diwakili Dafit

Tuban, Selasa, 25 September 2014, Keluarga Pelajar Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta, kunjungi kantor cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tuban. Kunjungan tersebut, mendiskusikan problematika industrialisasi, terutama permasalahan Cost Social Responsibility (CSR) yang dikeluarkan oleh perusahaan di Tuban.

Dafit, selaku perwakilan KPMRT menyampaikan “banyaknya perusahaan besar di Tuban harusnya membawa dampak positif bagi masyarakat Tuban, akan tetapi keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut belum dirasakan manfaatnya bagi masyarakat setempat”. Dafit mencontohkan, kontong-kantong kemiskinan di Tuban, justru tersebar di daerah ring satu industrialisasi.

Sementara itu, Fatrhur, ketua umum PMII cabang Tuban menambahkan “salah satu faktor yang memperparah kondisi tersebut adalah amburadulnya pengelolaan CSR perusahaan di Tuban, mulai dari perencanaan yang tidak melibatkan masyarakat dan mahasiswa sampai transparansi dan regulasi yang tidak jelas”. Sebagai contoh, “alokasi anggaran CSR salah satu perusahaan di Tuban, diberikan dalam bentuk simpan pinjam dengan anggunan, ini jelas menyalahi aturan. Ungkap Fatur -yang juga merupakan salah satu tiem audit CSR Forum Transparasi Anggaran (FITRA) Jatim-.

Fatur berharap, ada perhatian lebih dari pemangku kebijakan terkait dengan alokasi khusus di bidang pendidikan. Bisa berupa pemberian beasiswa kepada mahasiswa putra daerah atau pendirian lembaga pedidikan sitingkat SMK yang menyesuaikan konsentrasi usaha perusahaan masing-masing. Sehingga, dari program alokasi CSR yang dimaksud, bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) pemuda Tuban di kemudian hari dan tidak ada alasan lagi untuk tidak menerima pemuda Tuban di sektor tenaga kerja strategis karena alasan minim SDM.

Futur mengapresiasi kunjungan tersebut, ia juga berharap acara semacam ini lebih sering dilakukan dan bisa menjangkau semua elemen pemuda Tuban Nusasantara. Baik organisasi masiswa ekstra kampus, intra dan organisasi mahasiswa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai bentuk tanggung jawab genarasi muda Tuban dan bhakti tanah kelahiran.

Diskusi tersebut, ditutup dengan pemberian hadiah kenang-kenangan dari PMII Cabang tuban yang diwakili Fathur kepada dafit perwakilan KPMRT Yogyakarta.  Berupa buka yang berjudul “Bara Abadi di Kampung Migas” yang di tulis oleh tiem audit CSR migas di Tuban dari FITRA Jatim yang di terbitkan oleh FITRA Jatim.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here