Antologi Anak Rantau I

0
Antologi Anak Rantau I
Musikalisasi puisi oleh El-Arham dan Dafit, dalam acara pekan pendidikan di gedung budaya loka Tuban. (Antologi Anak Rantau I)

Anak Rantau.

Oleh: Dafit*

Anak Rantau
Musikalisasi puisi oleh El-Arham dan Dafit, dalam acara pekan pendidikan di gedung budaya loka Tuban. (Antologi Anak Rantau I)

Wacana Media

pikiranku dibelenggu kenyataan

menjadi jinak pada keadaan

ataukah ini penahlukkan

bukan represif,

tunduk pada pentungan

 

namun diskursif;

melalui wacana

globalisasi-liberalisasi

orang-orang berlenggak lenggok

membangun imajinasi

budaya imitasi

yang absurd, media

melacur pada kaum pemodal

jadi antek dan sundal

generasi muda jadi korban

hilang rasa kebangsaan

membiarkan, mendukung penjarahan

yang ada penindsan

yang tersisa kesengsaraan

Yogyakarta, 2012

 

Kampung Halaman

Ketika takdir bicra sunyi

gugur daun dpapah bumi

kemarau rindu musim semi

daun basah d tanah merah

cumbu embun pda pagi;

aku adalah lelaki

pengejar asa ujung pelangi

tujuh warna jadi saksi

kutelanjangi mimpi seorang lelaki

Tuban, 2013

 Baca Juga : Puisi-puisi Zam’sta: Mata Rindu

 

Di Tinggal, LaluTanggal

siang yang pekat, 

matahari di atas kepala

kulihat hanya sepotong bayang dalam matamorgana

sampaikan salam pada para pujangga

diam, dan sesekali berbisik pada hati yang fana

risau tentang dunia,. 

tangisan pilu sang jelata

hidup mengais sampah,.

dalam tanah surga

oh adinda

dapatkah ku petik bunga

ku untai untuk sang penguas

ya, ingin ku adukan nasip kaum papa

negeri kami kaya

tanah kami subur, laut kami makmur

oh tuan

adakah kami seorang pemalas.,

 ataukah kami kurang cerdas?

hingga Tuhanpun menjauh

nyengir dengan kami yang lusuh

bau kami yang kumuh

bagaimanapun, kami hanya sampah.,

kartamu.

Yogyakarta, 2013

Baca Juga : Puisi-puisi Naide Emra: Tahun Baru Pada Masa-masa yang Menua 

 

Pulang

aku ingin pulang

pada pualang rindu

melihat bulir-bulir padi menguning

burung-burung silih berganti

hinggap, lalu terbang kembali

orang-orangan sawah tegap berdiri

saksi bisu sajak kanakku

menikamti hembusan angin

berlari

terbangkan layang stinggi mentari.,

ah, hari yang semakin gelap

senja tak lagi jingga

Tuban, 2012

Baca Juga Hal menarik Lainnya : Di Fanspage Kami

(Anak rantau)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here