Dosen UP45 Apresiasi KPMRT

2
Dosen UP 45
Warga KPMRT bersama para pembicara Bedah Buku "Bara Abadi di Kampung Migas", Pendopo LKiS, (4/12/14).

Dosen UP 45 – Edward Bot, dosen politik migas Universitas Proklamasi 45, mengapresiasi acara bedah buku “Bara Abadi di Kampung Migas” yang diadakan Keluarga Pelajar Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta. Acara tersebut diselenggarakan di pendopo LKiS, Kamis (4/12/14). Hadir belasan anggota KPMRT, dan beberapa perwakilan organisasi mahasiswa daerah lain seperti Ikatan Mahasiswa Sumatra, Probolinggo dan Nias.

Edward mengatakan bahwa organisasi daerah (Orda) memang harus secara kritis mengawal masalah-masalah yang ada di daerahnya. “Ketika saya melihat ada Orda yang membahas masalah industrialisasi, saya mengapresiasi. Sebab, ini persoalan sensitif, dan menyangkut hidup orang banyak,” ujarnya.

(Baca juga: Bara Abadi di Kampung Migas dan Derita yang Tak Padam)

Acara bedah buku tersebut memang membahas industrialisasi yang sedang berlangsung di Tuban, khususnya menyoroti masalah Corporate Social Responsibility (CSR)-nya. Edward juga menambahkan bahwa CSR dari perusahaan itu harus dikawal, terutama oleh masyarakat yang menyadari bahwa CSR adalah hak masyarakat, dan bukan kebaikan hati perusahaan. Selain itu, selama ini CSR yang ada hanya formalitas belaka, tidak ada yang serius mengurusi pemberdayaan masyarakat. “Memang ini sulit, dan butuh waktu lama. Tapi ini sangat penting. Makanya kita harus mengambil peran dalam hal ini,” tambah Edward.

Ihsan, ketua KPMRT, sepakat bahwa KPMRT harus ambil peran. “Jangan biarkan penyelewengan CSR berlangsung. Ini hak masyarakat, dan kita harus mengawal,” ujarnya. []

(Baca juga: KPMRT Kritisi CSR Lewat Bedah Buku)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here