ORMADA SE-JAWA ADAKAN DO’A LINTAS IMAN PEDULI BENCANA DI INDONESIA

1
Prosesi doa lintas iman "Peduli Bencana Alam di Indonesia" yang diselenggarakan oleh Organisasi Mahasiswa Daerah (Ormada) se-Jawa. Terdiri dari Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Gresik (IMAGE), Ormada DIY, Ormada Jateng dan Ormada Jabar.
Prosesi doa lintas iman "Peduli Bencana Alam di Indonesia" yang diselenggarakan oleh Organisasi Mahasiswa Daerah (Ormada) se-Jawa. Terdiri dari Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Gresik (IMAGE), Ormada DIY, Ormada Jateng dan Ormada Jabar.
Prosesi doa lintas iman “Peduli Bencana Alam di Indonesia” yang diselenggarakan oleh Organisasi Mahasiswa Daerah (Ormada) se-Jawa. Terdiri dari Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Gresik (IMAGE), Ormada DIY, Ormada Jateng dan Ormada Jabar.

Yogkakarta, Organisasi Mahasiswa Daerah (Ormada) Se-Jawa adakan do’a lintas iman “Peduli Bencana Alam di Indonesia” dan refleksi bersama merespon terjadinya bencana alam yang melenda Indonesia saat ini, di Nol Kilometer (29/12/14). Ormada tersebut terdiri dari Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Gresik (IMAGE), Ormada Jateng, DIY dan Jabar. Hadir sebagai pemimpin do’a lintas iman adalah Ustadz Dzikri dari Islam, Pendeta Indrianto dari Gereja Kristen Jawa (GKJ), seorang romo dari Katolik, Ki Demang dari Sunda Wiwitan dan seorang Banthe dari Budha.

Acara ini, dimulai dengan pembukaan oleh Dawamunni’am, selaku koordinator umum acara. Dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia raya, doa lintas imam dan refleksi bencana oleh para pemuka agama. Ditutup dengan menyanyikan lagu padamu negeri serta penandatanganan mori putih oleh para peserta sebagai kepedulian dan komitmen menjaga alam. Juga mereka membagikan selebaran tentang refleksi bencana alam yang melanda, dan mengajak masyarakat luas untuk lebih melestarikan alam dan lebih tanggap bencana.

Dawamunni’am, menyampaikan bahwa acara ini, diselenggarakan sebagai bentuk solidaritas dan upaya saling mengingatkan sesama terhadap kondisi bencana alam di Indonesia. Untuk membangun kesadaran, pentingnya menjaga kelestarian alam. “Sebab, Tuhan mencipkan alam semesta dan memelihara umat manusia dengan hukum sebab-akibat. Bisa jadi, Tuhan marah terhadap kita, karena kita rakus mengekploitasi alam dan merusaknya,” tutur Dawam.

Ahmad Iksan Kholidin, ketua KPMRT Yogyakarta, menambahkan bahwa banjir yang hari ini melanda di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Tuban, harus kita sadari sebagai bentuk peringatan Tuhan kepada kita. “Alam raya yang telah diamahkan kepada kita, tidak mampu kita jaga dan kelola secara bijak. Justru ada di antara kita yang serahkah, mengeksploitasi alam tanpa mempedulikan dampaknya terhadap keberlangsungan hidup umat manusia” ungkap Iksan.

Meski Hujan, Doa Berlangsung Khusuk

Hujan mengguyur saat acara berlangsung. Tapi peserta nampak tetap khusuk berdoa. Peserta duduk dengan rapi dan menunduk menghayati do’a – do’a yang disampaikan oleh pendeta, kyai, biksu, dan para pemuka agama yang hadir.

Sebagaimana disampaikan oleh M.Ulil Arham, bahwa peserta tetap tidak pindah tempat atau buyar. Mereka tetap khusuk berdoa saat hujan mengguyur. “Hujan ini adalah bentuk kecintaan Tuhan terhadap kita yang peduli dengan bencana alam yang terjadi di Indonesia. Kita harus bersinergi dengan alam karena kita bagian dari kehidupan alam,” ungkapnya. [David/Trilis]

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here