Teladan untuk Perubahan: Menafsir Ulang Perjuangan Nabi Muhammad

1
Muhammad
Ilustrasi gambar diambil dari http://freeislamiccalligraphy.com

Nabi Muhammad hadir tidak hanya hendak menjelaskan bahwa Tuhan itu Esa, tapi lebih dari itu, ia datang dengan memelopori transformasi sosial masyarakatnya.

Muhammad
Ilustrasi gambar diambil dari http://freeislamiccalligraphy.com

Masyarakat tempat Nabi dilahirkan (Makkah Abad VI Masehi), adalah masyarakat dengan sistem sosial yang membenarkan dan melanggengkan adanya penindasan, alias jahiliyah. Sementara kehadiran Nabi, seperti tercatat sejarah, telah melakukan perjuangan melawan sistem sosial yang menindas itu, menuju masyarakat adil makmur sejahtera.

Itulah yang didiskusikan oleh Keluarga Pelajar Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di secretariat KPMRT (4/1/15). Acara yang bertema “Peringatan Maulid dan Kontekstualisasi Perjuangan Nabi” itu diisi dengan baca Solawat bersama, Tahlil, diskusi dan refleksi perjuangan Nabi.

Diskusi tersebut berjalan hangat dan interaktif. Masing-masing peserta mengutarakan pendapatnya mengenai bagaimana perjalanan Nabi dalam merombak tatanan masyarakatnya yang menindas.

Dafit, anggota KPMRT, kebetulan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, menyatakan bahwa sistem sosial masyarakat Arab waktu itu adalah jahiliyah. “Ya, disana ketidakadilan, penindasan, pembodohan, perbudakan, dilanggengkan. Maka, ketika Nabi melihat hal tersebut, kemudian berjuang untuk merombaknya,” terangnya.

Ipung, juga anggota KPMRT, menambahkan bahwa kita harus menganalisis apa yang terjadi dengan masyarakat kita saat ini. Apakah sistem sosial kita masih ada penindasan seperti di zaman Nabi dulu dengan bentuk yang berbeda? “Nyatanya memang benar. Dan kita, sebagai umat Nabi, harus meneladaninya dengan mengobarkan perlawanan total atas sistem sosial yang menindas saat ini,” tambahnya.[fiq]

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here