Sajak Orang Biasa

0
Sajak Orang Biasa

Tubanjogja.org, Orang Biasa

Sajak Orang Biasa

Oleh: Joko Dalem*

 

Sajak Anak Biasa pada Gurunya

 

/I/

Guru,

Sajakku hanya angin pagi

Sekedar lewat berhembus

Dan hilang tanpa dikenang

(Aku tak ingin sepertimu

yang berceloteh tentang hidup seribu tahun lagi)

 

/II/

Guru,

Cintaku tak sedahsyat kesederhanaan sajakmu

Yang seperti awan hilang jadi hujan

Atau kayu yang terbakar jadi abu

(cintaku yang memang hanya goresan pasir pantai

tapi butuh keringat dan darah untuk menulisnya)

 

Baca Juga Artikel Terkait : Kumpulan Puisi: Sajak-Sajak Ach. Sunaji

/III/

Guru,

Aku akan tetap bersajak tentang anggur dan rembulan

Terserah kau mengumpatiku

yang melupakan kemiskinan dan penindasan

(tapi aku muak dengan kenyataan)

 

/IV/

Guru,

Izinkan aku memakimu

Sebab darimu aku mengerti takdirku

(Surgaku adalah pelarian

Baktiku adalah kehampaan)

 

Rumah Kaca, 16 Maret 2014

 

*Penulis seharusnya sudah bukan mahasiswa. Tinggal di pinggir sungai Gajah Wong.

Baca Juga Artikel Terkait : Tentang rindu: Sajak-Sajak Masa Lalu

Obrolan Kamar Mandi

sabunku habis

bahagiaku tertunda

hingga ia kembali tiba

dengan wangi yang berbeda

 

sabunku mendua

menari bersama mata dan telinga

lalu rasa

pada air yang membasuh

pada seluruh tubuh

dan peluh-peluh yang meluruh

 

sabunku kembali

tapi aku enggan mandi

sebab ia terus meminta lagi

sampai mati

tapi aku belum mau mati

 

Baca Juga Artikel Terkait : Sajak Daruz Armedian: Senandika Pecinta

basahku adalah pergimu

yang larut dalam kematian yang panjang

 

Kamar Pelangi, Jogja, 19/8/14

Baca Juga Hal Menarik Lainnya : Di Fanspage Kami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here