Globalisasi: Dunia yang Terlipat

6
Globalisasi

Tubanjogja.org, Globalisasi

globalisasiOleh: Mbah Takrib*

Perkembangan teknologi komunikasi-informasi membawa manusia pada tata dunia baru, yang sering kita sebut sebagai globalisasi. Yang menurut John Huckle, globalisasi adalah suatu proses dimana kejadian, keputusan, dan kegiatan di salah satu bagian dunia menjadi suatu konsekuensi yang signifikan bagi individu dan masyarakat di daerah yang jauh. Sementara itu, Albrow mengemukakan bahwa globalisasi adalah keseluruhan proses di mana manusia di bumi ini diinkorporasikan (dimasukkan) ke dalam masyarakat dunia tunggal, masyarakat global. Karena proses ini bersifat majemuk, kita pun memandang globalisasi di dalam kemajemukan.

Sedangkan menurut Prijono Tjjiptoherijanto, konsep globalisasi pada dasarnya mengacu pada pengertian ketiadaan batas antar negara (stateless). Konsep ini merujuk pada pengertian bahwa suatu negara (state) tidak dapat membendung “sesuatu” yang terjadi di negara lain. Pengertian “sesuatu” tersebut dikaitkan dengan banyak hal seperti pola perilaku, tatanan kehidupan, dan sistem perdagangan.

Dari beberapa definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa “globalisasi” merupakan suatu proses pengintegrasian manusia dengan segala macam aspek-aspeknya ke dalam satu kesatuan masyarakat yang utuh dan yang lebih besar. Era dimana dengan segala bentuk kemumudahan mendapatkan akses informasi dan berkomunikasi, menjadikan setiap individu dapat menjangkau individu lain atau kelompok satu dengan kelompok yang lain. Sehingga, terjadi integrasi dan meniadakan sekat antar individu dan atau kelompok. Adanya Integrasi ini, manusia dihadapkan pada tantangan baru, untuk dapat lebih mengenal terhadap kepribadian antar manusia atau dalam lingkup yang lebih luas adalah tradisi dan budaya kelompok masayarakat yang berada jauh diluar keberadaan dirinya.

Bangsa Indonesia sendri merupakan bagian dari bangsa dunia, sebagai bangsa kita tidak hidup sendiri, melainkan merupakan bagian dari satu kesatuan masyarakat dunia. Kita semua merupakan makhluk yang ada di bumi. Karena itu, manusia secara alam, sosial, ekonomi, politik, keamanan, dan budaya tidak dapat saling terpisah melainkan saling bergantung dan mempengaruhi. Era globalisasi yang merupakan era tatanan kehidupan manusia secara global telah melibatkan seluruh umat manusia. Secara khusus gelombang globalisasi itu memasuki tiga arena penting di dalam kehidupan manusia, yaitu arena ekonomi, arena politik, dan arena budaya.

Secara ekonomi, dengan diberlakukannya perdagangan bebas di bawah naungan World Trade Organitation (WTO), Indonesia menjadi bagian dari pasar dunia. Dimana dengan bebas barang dan produk asing dapat dengan mudah masuk ke Indonesia dan dikonsumsi oleh rakyat Indonesia, begitu pula sebaliknya, produk dari Indonesia juga secara bebas dapat diekspor keluar serta dinikmati oleh orang luar (sesuai dengan kesepakatan kerjasama perdagangan antar negara). Tidak hanya dalam wilayah pemasaran barang, pada sektor produksipun telah banyak perusahaan-perusahaan asing Multi National Corporation (MNC) dan Trans Nasional Corporation (TNC) masuk dan bercokol di Indonesia, semisal KFC, Mc Donal, Exon Mobile, Nokia, Yamaha dan lain sebagainya. Hal ini, dilegalkan dengan kesepakan-kesepakatan yang dibentuk pemerintah Indonesia dengan pemerintah asing lewat perjanjian-perjanian dalam forum internasional semisal G20, AFTA dan lainnya dengan alasan pertumbuhan ekonomi.

Secara politik, dibentuknya forum atau lembaga politik internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diikuti oleh hampir semua negara di dunia. Secara nyata berperan penting terhadap kebijakan politik internasinal, sebagai contoh adalah revolusi yang terjadi di negara-negara arab seperti Tunisia, Mesir dan Libya. Terjadinya revolusi dan tumbangnya pemimpin otoriter tidak terlepas dari keterlibatan PBB dan NATO dalam membatu rakyat yang menghendaki adanya revolusi melawan pemerintah yang berkuasa. Dengan mengirimkan pasukan, ataupun pasokan senjata kepada pejuang revolusi, guna tercapainya tatanan baru di negara-negara timur tengah, untuk selanjudnya terwujud sistem yang lebih demokratis dan terbuka. Bahkan, pemilihan president Amerika juga menjadi pusat perhatian dunia, termasuk Indonesia. Karena bagaimanpun juga, siapa yang memimpin Amerika akan menentukan terhadap sikap kebijakan politik luar negeri Amerika yang berdampak pada Negara-negara lain.

Kemudian secara kebudayaan, terjadinya westernisasi dengan merasuknya budaya barat (Amerika dan Eropa) ke dunia Tumur (Indonesia). Seperti perayaan valentine day, gaya berpakaian, pola hidup individualis dan lain sebagainya, membuktikan bahwa globalisasi tidak hanya terbatas pada wilayah ekonomi dan politik saja. Akan tetapi yang lebih substansial dan penting adalah merasuk dalam struktur kebudayaan dan pengetahuan, sehingga secara tidak sadar pola dan perilaku masyarakat secara perlahan mengikuti kebudayaan masyarakat barat yang sebelumnya tidak dikenal dan dilakukan di dunia timur. Tidak hanya itu, dalam bidang seni dan hiburan juga mengalami hal yang sama, sebagai contoh yang terjadi beberapa dekade terahir, dimana demam K-pop sedang melanda dunia, termasuk di Indonesia.

Proses glabalisasi yang demikian, seacara nyata membentuk masyarakat dunia menjadi satu kesatuan. Sehingga yang terjadi, masyarakat terkonstruk menjadi masyarakat yang monolitik.  Artinya, segala sesuatu yang menjadi tren senter akan diikuti dan dilakukan oleh sebagaian besar masyarakat dunia, baik itu mode berpakaian, perilaku dan gaya hidup. Bahkan, dalam hal terkecil semisal selera makanpun, sering kali secara tidak sadar kita akan mengikuti selera makan yang menjadi tren dunia, dengan masuknya produk-produk dan berdirinya tempat makan cepat saji seperti KFC an Mc Donal, sehingga membentuk selera dan menentukan pilihan kita terhadap jenis makanan. Dalam wilayah yang lain, globalisasi juga mengkonstruk kesadaran manusia tentang bagaimana melakukan penilaian dan standaritas hidup di segala lini, termasuk dalam hal kecantikan dan ketampanan. Bahwa sekarang standaritas kecantikan dan ketampanan masyarakat dunia adalah bagi mereka yang memiliki tubuh tunggi, langsing, hidung mancung, rambut lurus dan memiliki warna kulit terang (tanpa mempertimbangkan kondisi geografis dan ras). Yang dampaknya, orang akan melakukan apapun termasuk meluruskan rambut, memakai obat pemutih kulit dan melakukan diet (pengurusan badan) yang menyiksa dan menyakitkan agar mereka terlihat (dianggap) cantik atau tampan oleh lingkungan sosial.

Kondisi demikian, dikarenakan glabalisasi (dengan kemajuan teknologi komunikasi, informasi dan transportasi) menfasilitasi terhadap bertemunya banyak orang, budaya, kepentingan, dan juga agama, yang melintas batas teritorial negara. Sehingga, yang terjadi adalah saling menmpengaruhi satu dengan yang lainnya, yang pada ahirnya dari pertemuan itu akan muncul satu pandangan hidup yang menghegomani hampir keseluruhan masyarakat dunia. Pandangan tersebut biyasanya lahir dari proses dialektika antar pandangan, budaya dan peradaban, Hingga mereka yang memiliki superioritas dari yang lainnya menguasai sebagain besar masyarakat. Karena faham, pandangan dan peradaban tersebut, dianggap mapan untuk mengakomodir keseluruhan masyarakat dunia.

Namun disisi yang lain, hal ini justru memperkuat etnosentrisme dalam masyarakat. Karena mereka yang berada pada posisi inferior akan merasa terancam dan tergusur oleh faham dan peradaban yang dibawa oleh mereka yang memiliki power dan superioritas yang diasumsikan sebagai neoimperialisme. Dari sini, mereka cenderung membangun pemahaman dan melakukan konsolidasi untuk melakukan perlawan terhadap kekuatan yang mendominasi. Sebagai contoh, bagaiman kita melihat fenomena kelahiran terorisme Islam, yang memandang dan menganggap barat (Amerika) sebagi ancaman dan melakukan distruksi atau penindasan terhadap timur (Islam) yang sudah dimulai sejak kolonialisasi bangsa-bangsa Barat terhadap Timur.

Baca Juga Hal Menarik Lainnya : Di Fanspage Kami

*Kader KPMRT

6 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here