Kongres V Berlangsung Dinamis

2
Suasana pelaksanaan Kongres v KPMRT
Suasana pelaksanaan Kongres v KPMRT
Suasana pelaksanaan Kongres v KPMRT

Kongres V Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) berjalan dinamis. Terjadi perdebatan saat pembacaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari kepengurusan sebelumnya, yaitu Pengurus Periode 2013-2016. Banyak pertanyaan dari peserta terhadap LPJ itu.

Nasikin, salah satu peserta, mempertanyakan LPJ yang menurutnya membingungkan. Ia menunjukkan program kerja ketua, dan mengatakan bahwa itu bukan program kerja, melainkan tugas dan wewenang. “Lalu program kerjanya dimana?” tanyanya.

Begitu juga Adhim, salah satu peserta, juga mempertanyakan soal periode kepengurusan yang terlalu molor dan LPJ yang kurang jelas. “Kok tidak ada poin-poin program kerja per divisi, misalnya,” katanya.

Menanggapi pertanyaan peserta, Abdur Rouf, sebagai Wakil Ketua KPMRT Periode 2013-2016, menceritakan dinamika organisasi. Bahwa agenda-agenda KPMRT memang seringkali tidak sesuai program kerja sebab banyaknya kendala. Misalnya dalam program diskusi rutinan yang hadir seringkali hanya segelintir orang. Namun, banyak juga agenda diluar program kerja yang malah bisa terlaksana dengan baik. “Ya, mengikuti semangat teman-teman lah, kalau kita jalankan agenda, tapi ternyata pesertanya minim kan juga sia-sia,” terangnya.

Adapun Trilis Widya, sebagai Sekretaris KPMRT Periode 2013-2016, ia menyatakan bahwa semangat organisasi memang sering naik turut. Kadang agenda bisa berjalan mulus, kadang juga tidak berjalan sesuai rencana. “Yang jelas, kami sudah melakukan semaksimal yang kami mampu, tapi tentu kita tidak bisa menjalankan organisasi sendirian toh,” katanya.

Sempat Memanas

Mengenai diterima atau ditolaknya LPJ, juga terjadi pro-kontra. Taufiq, salah satu peserta, menyatakan menolak LPJ. Menurutnya, ada dua alasan kuat mengapa LPJ pantas ditolak, yaitu ketidakjelasan program kerja dan kemoloran periode kepengurusan. “Kemoloran periode, misalnya, bisa menghambat regenerasi. Dua hal tersebut yang membuat organisasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Suatu contoh yang tidak patut ditiru untuk periode sebelumnya. Kalau diterima, saya khawatir kalau ini bakal ditiru nanti” pungkasnya.

Sebaliknya, Ahmad Dafit, juga salah satu peserta, menyatakan kecewa dengan pendapat Taufiq yang menolak LPJ. Ia menerima LPJ dengan alasan kemanusiaan. “Lagipula, kita tidak harus selalu berpatokan pada program kerja saja. Bahkan banyak agenda kreatif yang bisa dilakukan diluar agenda kerja,” ujarnya.

Adapun Nasikin, akrab dipanggil Al, mengatakan kalau LPJ tersebut diterima dengan syarat. Pendapat Nasikin kemudian didukung oleh mayoritas peserta. Akhirnya, LPJ diterima dengan syarat.

Nasikin, Ketua Terpilih

Kongres tersebut menghasilkan kepengurusan baru. Nasikin, peserta kongres perwakilan dari UJB, terpilih sebagai ketua KPMRT periode 2016-2017, setelah berhasil memenangkan perhitungan suara. Dari 20 peserta, Nasikin meraih sembilan suara. Adapun calon lain, Ipung meraih enam suara, sementara Mila meraih lima suara.

Sebagai ketua terpilih, Nasikin berharap semua anggota mendukung penuh selama kepengurusannya nanti. Dia berharap KPMRT bisa lebih baik dari sebelumnya. Dia juga berharap agar para senior tidak meninggalkan dan tetap mengawal kepengurusannya. “Kita akan lakukan bersama, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya,” pungkasnya diiringi gemuruh tepuk tangan peserta.

Kongres tersebut yang dilaksanakan di Pastoran Katolik Wisma Mahasiswa pada tanggal 3-4 September 2016. Hadir duapuluhan anggota perwakilan dari berbagai kampus di Yogyakarta. Antara lain Universitas Gajah Mada (UGM),  UIN Sunan Kalijaga, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Akademi Manajemen Informasi dan Komunikasi (Amikom), Universitas Widya Mataram (UWM), Universitas Atma Jaya (UAJY), Universitas Mercu Buana (UMB), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan Universitas Jana Badra (UJB). (AT)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here