Berbagi Tatacara Kepenulisan di Warung Kopi

0
Muttaqin (tengah), nampak serius mempraktekkan penulisan berita ditemani Faizin  (kiri) dan Taufiq (kanan) di Blandongan Cafe.
Muttaqin (tengah), nampak serius mempraktekkan penulisan berita ditemani Faizin  (kiri) dan Taufiq (kanan) di Blandongan Cafe.
Muttaqin (tengah), nampak serius mempraktekkan penulisan berita ditemani Faizin  (kiri) dan Taufiq (kanan) di Blandongan Cafe.

Yogyakarta (13/9), empat warga KPMRT adakan diskusi tentang kepenulisan berita di Blandongan Cafe.  Hadir Muttaqin selaku Koordinator Divisi Jaringan Komunikasi dan Informasi, Faizin selaku Koordinator Divisi Kaderisasi, Ahmad Dafit dan Ahmad Taufiq selaku dewan redaksi tubanjogja.wordpress.com.

Diskusi ini penting karena kesadaran menulis di kalangan pemuda akhir-akhir ini menurun. Hal itu sebagaimana diungkapkan Dafit. Karena itu, Dafit mengatakan KPMRT perlu pelatihan kepenulisan. “Tidak harus formal, diskusi secara kultural di warung kopi begini juga efektif kupikir,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Faizin. Bahwa pelatihan itu perlu segera dilaksanakan. “Mumpung masih kepengurusan baru. Biasanya ini waktu semangat-semangatnya,” kata Faizin.

Sementara itu, Taufiq menjelaskan bahwa tradisi literasi masyarakat kita masih lemah. “Kebanyakan melestarikan tradisi oral alias bacooot saja. Padahal bacotan akan mudah menguap, sementara tulisan akan lebih abadi dan mudah diakses pesannya,” ungkap Taufiq.

Setelahnya, diskusi tentang tips-tips menulis berita, opini maupun cerpen berjalan lancar. Mulai penulisan sederhana sampai yang lebih rumit. Bahkan, Muttaqin, selaku Koordinator Divisi Jarkominfo, langsung mempraktikkannya dalam menulis berita. Ya berita ini. [Muttaqin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here