KEKUASAAN DAN PANGGUNG DAGELAN

1
Dagelan
Sabda M. Holil

Tubanjogja.org, Dagelan

Dagelan
Sabda M. Holil

Oleh: Sabda M. Holil*

Panggung dagelan, begitu menarik dan menghibur untuk ditonton, membuat setiap orang antusias menyaksikan. Bila ingin menjadi pemain dagelan, seseorang harus ikut casting, berbagai cara untuk lolospun dilakukan, mulai dari latihan sampai penjiwaan peran yang akan diberikan. Kalau sudah lolos, para aktor wajib memerankan peran yang telah diberikan, sesuai sekenario naskah yang telah dibagikan oleh sutradara. Jika tak sesuai expektasi sutradara, sang aktor harus bersiap terlempar jauh dari panggung dan tidak masuk dalam bagian cerita. Sebab, prisispnya sutradara selalu benar, ia yang memegang kendali penuh jalannya sebuah cerita.

Dalam konteks bernegara hari, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan panggung degelan. Semuanya di setting oleh sang sutradara atau penguasa, ada yang diperankan sebagai tokoh protagonis dan antagonis serta peran pendukung lainnya. Maka wajar jika dalam bernegara hari ini, saling sikut sana sini antar lembaga pemerintahan menjadi biasa. Bahkan seolah ada yang menjadi srigala pemangsa, mereka siap memangsa kapanpun dan dimanapun. Perseteruan dan pertempuran setiap detikpun terjadi, mempertaruhkan haparan dan kegagalan. Slogan “persatuan” yang menjadi dasar untuk  saling menjaga dan merawat serta melestariakan hanya menjadi semboyan.

Tentu saja karena ini panggung hiburan, harus dibumbui dengan lelucon-lelucon konyol, agar nyentrik dan semakin menarik. Kadang jalan ceritapun juga harus dramatis. Seperti di republik ini, sudah biasa ketika ketua Dewan Perwakilan Daerah tiba-tiba menjadi tersangka atas dugaan suap terkait dengan pengurusan kuota gula impor. Menjadi buah bibir di kalangan penonton, di soraki, dicibir, dicaci dan dimaki. Ah, tapi semoga penonton tidak kecewa atas ulah sang aktor. Sebab, rupanya jalan cerita panggung hiburan kita masih panjang, masih ada cerita status Dwi wargenegaraan, Sianida, perombakan kabinet dan bla bla bla

Saya jadi teringat ramalan Ki Ronggowarsito, siapa yang gendheng?. Dulu Ki ronggowarsito menciptakan tembang tentang zaman edan itu sebagai peringatan agar orang tetap memilih jalan keselamatan, bukan jalan gila. Namun sekarang tembang itu dihayati kebalik, seolah-olah justru menjadi pembenaran atas perilaku edan itu sendiri. Orang-orang dengan seksama—bisa jadi bersama—membenarkan ungkapan “bila tidak ikut edan tidak menjadi bagian, hidup di zaman edan ada dua pilihan , menjadi orang edan atau korban keedaan”. Jadi wajar, jika para aktor kita, dalam panggung dagelan, dengan kekuasaan membalik keadaan menjadi Republik Edan. Kekuasaan yang seharusnya mensejahterakan, kini justru menyengsarakan.

Persis seperti yang dikatakan Ahmad Tohari, dalam bukunya Orang-orang Proyek. Ia mengambarkan hubungan yang pelik antara kejujuran dan kesungguhan dalam sebuah pembangunan dengan keberpihakan atau penghianatan kepada masyarakat kecil. Karena sesungguhnya pembangunan bukan “Permainan” melainkan kenyataan yang menuntut adanya konsekuensi, mutu pembagunan menjadi taruhan dan masyarakat kecillah yang akhirnya menjadi korban.

Sekenario tidak akan usai selama kekuasaan masih menjadi jalan untk memperoleh keuntungan dan kejayaan. Memperalat penonton supaya terlena, menyulap mereka sebagai seorang yang buta terhadap apa yang sebenarnya terjadi, agar kekuasaan mereka tidak diganggu dan berdiri kokoh. Aktor mungkin di ganti tapi hasilnyapun tetap sama, sebab aturan main dan jalan ceritanya sama. mereka rajut dan bingkai kekuasaan satu kepentingan besar yakni memperkaya diri dengan eksplotasi di semua sektor. Bahkan sumber daya manusia (SDM) upgread menjadi robot dinina bobokan, tak ada pendistribusikan kekuasaan untk kesejahteraan. Mereka bukan apa apa sebab penonton hanya manusia biasa.

Namun hakikatnya, dipundak merekala dititipkan amanah suci, tanggung jawab terhadap rakyat bukan hanya ilusi, tidak usahlah melangit dan berpijaklah di bumi. Janji membangun jembatan adalah janji musiman, tidak humanis hanya manis. Mulut manis aktor ketika mau naik panggung, menjadi tokoh dalam dunia penggung dagelan.

Baca Juga Hal Menarik Lainnya : Di Fanspage Kami

*Mantan Ketua Presedium Lembaga Legeslatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI).

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here