Sajak Orang Ling-Lung

0
Orang Ling-Lung
Ilustrasi diambil dari (khazanah.republika.co.id)

Tubanjogja.org, Orang Ling-Lung

Orang Ling-Lung
Ilustrasi diambil dari (khazanah.republika.co.id)

Oleh: ThinkBaray*

Untuk “Engkau”  Yang Bangga industrialisasi

Bukan kami suka

Bukan kami benci

Bukan pula sedih

Bukan pula sumringah

 

Terusik?

Kami butuh bermukim

Padi-padi butuh lahan

Ternak butuh pakan

Tumbuhan butuh air

Dan seluruh makhluk dialam ini butuh udara segar

 

Industrialisasi menawarkan segalanya. Kata mereka

Lapangan pekerjaan? Kemajuan ?Kesejahteraan?

Perkembangan zaman?

 

Kau suruh kami mengangkat batu-batu kami,tanah kami,air kami

Untuk kau olah , kau gaji dengan upah minim

Itukah lapangan pekerjaan yang kau maksud?

Menjadi budak di negeri kami?

Kemajuan?

Kau bakar tanah kami untuk kau jadikan jalan yang dilewati truk-truk besar

Oh betapa gagahnya truk-truk itu

Kau tebangi pohon-pohon kami

kau jadikan bangunan yang besar penuh dengan besi

Penuh dengan baja yang kuat

Kerlap-kerlip lampu di malam hari yang menggantikan sawah  hijau

Cerobong asap  tiada hentinya mengepulkan udara hitam 

Mengisi paru-paru kami

Oh betapa megahnya bangunan itu

 

Perkembangan zaman?

Pemukiman kami  kini lalulangan kendaraan besar 

Suaranya yang meraung

Asap tebal hitam  menutup langit  biru

 

Inikah industrialisasi ?

Dengan menggusur pemukiman kami

Meluluhlantahkan lahan-lahan kami

Lahan yang sudah puluhan tahun kami tempati

Jika negeri ini memang kaya

Kaya dengan sumber daya alamnya

Kenapa harus dengan mengorbankan

Mengorbankan tempat tinggal kami

Yang hasilnya “entah kemana”

 

Kesejahteraan inikah yang kau maksud?

Dengan meninabobokan kami menjadi kuli

Kau bungkam kami dengan sembako supaya kami buta dan tuli

Sementara tanah kami terus kau gali

Air kami terus kau ambili

Udara kami terus kau cemari

Pohon dan hutan kami terus kau tebangi

Tanpa ada penanaman kembali

Supaya anak cucu kami tidak punya tempat singgah lagi

 

Kini kami tetap tinggal bersama industrialisasi

Kami tetap mengangkat batu-batu,tanah dan air kami

Kami tetap menghirup udara yang bercampur asap hitam tebal

Kami tidur tidur “nyenyak”dengan iringan suara truk-truk

Kami bermalam dengan gemerlap lampu dan suara raungan pabrik

Dan kami masih disini sampai ajal menjemput nanti

 

Baca Juga Hal Menarik Lainnya : Di Fanspage Kami

*Thinkbray (Biasa dipanggil kakak keceehh oleh dedek-dedek gemez KPMRT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here