Puisi-Puisi Daruz Armedian

1
Potho diambil admid dari dokumentasi Daruz armedian di Facebook pribadinya.

tubanjogja.org – Pohon

Pohon
Potho diambil admid dari dokumentasi Daruz armedian di Facebook pribadinya.

Oleh: Daruz Armedian

Harapan Pohon-Pohon

 

pohon-pohon tak pernah bercita-cita

menjadi kertas, kursi, meja

dan sebagainya dan sebagainya

 

mereka tumbuh berharap jadi tempat berteduh

dan sekadar ingin menyapa angin

lalu kering

atau tumbang pada musim kerontang

 

kita memaksa menjadikan mereka

kertas, kursi, meja

dan sebagainya dan sebagainya

 

pohon-pohon berbicara dengan bahasa mereka

sedangkan kita meyakini hanya kita

yang mampu berbicara

 

mereka mengaduh saat jatuh: rubuh

sebab ditumbangkan

tapi jerit mereka hanya terdengar sebagai derit

dari ranting yang patah atau

dahan yang rebah

atau batang sesaat sebelum berdebum di tanah

 

 

Mengenai Angin

 

kekasih, berhentilah berpuisi mengenai pedih

atau hujan yang kerap melelehkan ingatan

dunia terlampau padat dan sesak oleh kepedihan

atau terlalu ringkih menanggung beban kenangan

 

juga tentang daun-daun gugur

dan embun yang mengabur

kita selalu menyebut nama mereka

pada setiap jengkal kata-kata

 

lipatlah kertas seolah melipat batas

demi batas

rasakan angin yang ingin menembus tanah

rasakan Dia yang berencana bermukim

di dadamu

yang dingin itu

 

 

Di Tengah Hutan

 

selalu aku ingat ketika memasuki hutan

satu pohon kering ingin menjadi sarang

bagi burung-burung bersayap warna-warni

 

aku melihat pohon itu, aku melihat diriku

seperti sebuah pantai yang mengharapkan palung

atau badai yang bermimpi jadi sehelai daun

 

betapa menyedihkan pohon itu

keinginannya yang luas

dan tubuhnya yang ranggas

 

*puisi-puisi tersebut pernah dimuat di Harian Analisa, 18 September 2016

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here