Puisi-puisi Mbah Takrib

4
24
Ilustrasi diambil dari Aliexpress.com

tubanjogja.orgHujan dan Kepulangan

Hujan dan Kepulangan
Ilustrasi diambil dari Aliexpress.com

 

Sisa hujan

 La

malam setelah kepulangan

aku mengenangmu dalam sepi

sisa resah yg jatuh di jantungku

menyisakan dingin di badan

La

sebagaiman aku mengingatmu

sebelum kepergian dan hujan

di sebrang jalan

di lesung pipitmu

telah tepatri jiwaku.

(Yogyakarta, 2014)

Baca juga: Dimana Kita Hidup?, Pusi Mbah Takrib

 

Sepasang Rembulan

Adinda,

Bulan malam ini bercahaya

diatas laut tenang bergelombang

melukis rindu pada sebait puisi lama

terang purnama yang sempurna

tapi,

aku ingin bulan yang tak sempurna

tetap terang

lalu

kutanyakan pada kedua kelopak matamu

“dimana separuh bulanku?”

dan kau menjawab dengan kedipan lembut

“ada dihatiku”

kemudian kita saling tersipu

menyempurnakan purnama dalam pelukan

saling memandangan

*dari tepi, aku melihat sepasang rembulan.

 (Tuban tepi pantai, 23 juli 2013)

 

Tntang kpulangan

Sebelum akhirnya, kusebut kau rindu

Malam terlampau dingin dengan hujan dan kepergian

Setelahnya, kulihat resah

Melingkupi daun-daun yang basah,.

(Yogyakarta, 2014)

Baca juga: Hujan dan Kenangan

 

*Puisi ini, pernah dimuat dalam antologi puisi Serumpun Rindu.

4 KOMENTAR

  1. salam hormat buat blogger,hanya sebatas tanya bgmn cara ikut nimbrung dalalam pengiriman puiSi atoupun narasi”sehingga bisa termuat dalam blog ini.
    sekian,kurang lebihnya saya ucapkan terima kasih..
    Kenduruan Tuban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here