tubanjogja.org – KPMRT Meriahkan Festival Kampus

KPMRT Meriahkan Festival Kampus
KPMRT Meriahkan Festival Kampus

Tuban. Keluarga Pelajar Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) berpartisipasi dalam acara “Campus Festival 2017” di Budaya Loka Kabupaten Tuban. Acara yang di adakan oleh mahasiswa yang tergabung dalam kumpulan  mahasiswa Suramadu (Surabaya-Madura) tersebut berjalan ramai mulai 21 sampai 23 Januari. Festival Kampus 2017 dihadiri oleh beberapa ormada dan perwakilan dari berbagai kampus yang berasal dari dalam maupun luar Tuban. Dalam hal ini, KPMRT menaungi beberapa kampus, seperti UIN Sunan Kalijogo (UIN SUKA), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Widya Mataram (UWM), STMIK AMIKOM, Universitas Janabadra (UJB),Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Menurut  ketua KPMRT, Ali Hamzah Nasikin, tujuan mengikuti acara ini adalah  untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pendidikan, terutama siswa-siswi SMA/SMK/MA sederajat. Berbasiskan tema khas Budaya Jawa-Jogja,  KPMRT menampilkan nuansa stan sejenis kerajaan, yaitu ada dua prajurit yang selama tiga hari setia berdiri di bagian kanan-kiri stan. Adalah Ifan (UWM) dan Ageng (UIN) sebagai aktornya. Di Jogja, prajurit seperti itu kerap disebut sebagai “bregodo”. Selain itu, biar lebih ramai, KPMRT juga memunculkan satu lagi sosok yang sering disebut “sorjan” dengan Nasikin sebagai pemerannya.

Festival ini, selain dipakai sebagai ajang sosialisasi kampus, rupanya juga dimanfaatkan untuk saling berbagi pengalaman dalam bidang seni. Wujudnya, selama tiga hari, masing-masing kampus dipersilahkan untuk menampilkan khas dari kampusnya masing-masing. Dari UIN Semarang, semisal. Penampilan musikalisasi puisinya yang dibawakan oleh Obi dan Nur, sempat menggaduhkan hati para siswa-siswi yang hadir. “Meski bukan ajang perlombaan, rasanya adalah sesuatu bisa menyumbangkan musik pada festival ini,” tandas Obi.

Lain daerah, lain penampilan. Jika semarang dengan musikalisasinya, maka KPMRT dengan tarian Gambyongnya. KPMRT menampilkan salah satu tarian khas Jawa dengan Ayu Andika (UAD) dan Marisa (UTY) sebagai penarinya. Lengkap dengan nuansa pakaian Jawa sekaligus riasannya, keduanya berhasil meraup tepuk tangan yang banyak dari penonton. “Harapannya, dengan ditampilkannya tarian-tarian sarat budaya yang hari ini banyak diabaikan ini, adek-adek kita di Tuban bisa kembali tergugah untuk melestarikan budaya-budaya kita,” sajak Ayu dengan pakaian kemben yang masih menghiasi tubuhnya.

Acara semacam ini, kiranya penting untuk tidak saja dihentikan di tingkat formalitas. Akan tetapi, itu juga harus dikembangkan agar mahasiswa dapat berkontribusi sesuai bidangnya masing-masing untuk Tuban. Salah satunya adalah guna mempererat tali silaturahmi  antar mahasiswa Tuban yang tersebar di penjuru Indonesia. Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Faizin selaku ketua panitia dari KPMRT, bahwa mahasiswa punya kewajiban untuk ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan berkontribusi terhadap tanah kelahiran.  “Ini adalah salah satu cara untuk ikut berkontribusi terhadap Tuban. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?” Ungkapnya.

Tampak pula, para anggota KPMRT antusias dan semangat dalam menyukseskan acara tersebut. Hal itu dapat dilihat dari bagaimana mereka mempersiapkan segala sesuatu terkait keperluan acara, mulai dari dekorasi, stan, dan sebagainya. Kesabaraan mereka dalam menyambut peserta serta  menjelaskan tentang kampus- kampus, mulai hari pertama sampai terakhir juga merupakan bukti tersendiri betapa teman-teman KPMRT menaruh banyak harapan dengan Festival Kampus tahun ini. “Semoga kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan oleh generasi-generasi yang akan datang agar tercipta Tuban yang lebih baik lagi,” ungkap Faizin di sela penutup acara.[Muttaqin]

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here