Portal Piyungan dan Kebangkitan Anekdot Gaya Baru

2

tubanjogja.org – Portal Piyungan

Portal Piyungan
Gambar diambil dari sketsanews.com

Oleh, Mbah Takrib 

Pagi ini, saya dibuat gregetan oleh temen sekamar, sebut saja Lembu Peteng. Belum melek betul mata saya, ia langsung meminta untuk membuka pasword tetring internet. Ia memang punya kebiasan buruk: membaca di pagi hari.

Tak hanya itu, usai baca-baca artikel, ia sodorkan netbook dan memaksa saya membaca. Sebenarnya saya malas, terutama dengan selera bacaannya. Pasti serius dan tidak tepat dibaca di pagi buta (maksudnya jam 11.00 WIB). Tapi kali ini saya terkejut. Ia  tidak menyodorkan website sejenis theguardian.uk, eng.globalaffairs.ru, sputniknews.com, atau indoprogress.com dan anarkis.org, melainkan blog portalpiyungan.blogspot.com. Saya agak lega, ‘alhamdulliah temen saya itu sudah melakukan pertobatan epistimologi. Mungkin saja ini efek bulan suci, siapa tahu? Begitu batin saya.

Tapi baiklah, kita biarkan saja iman dan akhlak Lembu Peteng menjadi urusannya sendiri dan Tuhan. Kita lanjut saja membahas apa yang ingin saya bahas soal blog unik tadi.

Bagi penggemar almarhum pkspiyungan.com, tentu akan segera akrab dengan portalpiyungan.bologspot.com, karena keduanya sesungguhnya sama. Maksudnya, portalpiyungan.blogspot.com merupakan bentuk reinkarnasi dari pkspiyungan.com yang diblokir oleh pemerintah karena dianggap sebagai salah satu situs penyebar radikalisme, kebencian dan hoax, menyajikan informasi yang  provokatif dan mereduksi fakta sosial.

Reinkarnasi tersebut, nampak dari kesamaaan konten dan muatan propaganda yang disajikan, Islam politik yang mengusung formalisasi syari’at Islam. Meski tentu saja ada beberapa perbedaan. Salah satunya soal kemasan (frame). Jika pkspiyungan.com mengulas tema secara panjang lebar, portalpiyungan.blogspot.com justru berisi kumpulan link dan status media sosial orang-orang sejenis Felix Siauw, Jonru, Arifin Ilham dan kawan-kawannya.

Isi portalpiyungan.blogspot.com memang tak ubahnya seperti katalog link yang memberi rujukan bacaan untuk mendukung visi dan misi yang sempat di gagas oleh pkspiyungan.com. Tetapi, setidakmaslahahnya sebuah situs, laiknya sampah, tentu tetap ada yang bisa diapresiasi. Dalam kasus portalpiyungan (capek nambahi blogspot.com), saya salut dengan bagaiamana situs ini uptudate terhadap berkembangan isu yang sedang bergejolak.

Salah satu yang menggelegar, tentu adalah kasus diusutnya chat mesum Habib Rizik Shihab dengan Firza Husain oleh kepolisian karena melanggar pasal pornografi.  Bahkan kabarnya, Firza sudah ditetapkan sebagai tersangka, sedang Habib Rizik masih menjadi saksi.

Sebagai media propaganda, portapiyungan  tentu tidak hendak menyajikan informasi kasus Firza-Riziek secara porposional. Tetapi lebih pada fungsi membangun opini untuk memblogade kasus tersubut.

Betul sekali, isi opininya memang sudah bisa kawan-kawan tebak. Bahwa kasus yang melanda Bibib (sapaan akrab Habib Riziek) ini, merupakan rekayasa buah konspirasi elit politik penguasa yang tidak suka dengan tindakan Bibib yang di anggap brutal dan mengancam harmonisasi NKRI. Selanjutnya dan tidak kalah asik tentu kasus ini dianggap sebagai bentuk penistaan terhadap ulama. Terahir, karena yang dinisatakan ulama, pembaca harus siap-siap mengunyah ancaman laknat Tuhan, sembari menelan ludah.

Kalau diringkas, portalpiyungan dalam kasus Bibib menghadirkan setidaknya tiga hal di atas: konspirasi, penistaan ulama, dan laknat Tuhan. Konspirasi juga sering dipakai menelisik kasus bom  yang diledakkan teroris. Penistaan ulama dan laknat Tuhan sering dipakai untuk membentengi tokoh-tokoh yang dianggap segaris dengan mereka ketika kasus melanda atau hal husus lainnya, seperti Ahok, kaum murtad, kafir dan sejenisnya.

Begitulah secuplik uraian saya atas portalpiyungan yang wagu itu. Terakhir, mari berdoa agar Bibib yang dizholimi di bulan suci itu segera pulang dari tanah suci. Umat (dan Polri) sudah rindu dan menunggu.

Surowajan, 1 Juni 2017

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here