Kumpulan Puisi : Sajak-sajak Ach.Sunaji

Gadis Menawan

Kau hiasi parasmu
Dengan senyum manismu
Hijabmu cerminkan jiwa taqwa
Kau pancarkan cahaya
Bagaikan cahaya rembulan
Dimalam yang berhiaskan bintang
Mempesona membuat jutaan mata terpanah,

ilustrasi di ambil dari blog

Dinding tembokpun rapuh,
Pohon pohon mulai layu,
Suara Ombak pun mulai tak terdengar lagi,
Semilirnya angin pun sejenak berhenti,
Burung nuri berhenti menyanyi
Terpanah karena paras yang indah
Bersama sang pujangga
Yang tak kehabisan kata untuk memujanya
Akupun ikut tenggelam dalam mihrab cintanya,

Pp. Sunan Drajat, 09 Nop 2017

 

CINTA SEBATAS ANGAN

Dikesunyian malam.
Tanpa sinar bulan kelam dalam lamunan.
Bintang-bintang hiasi cakrawala penuh cinta.
Suara gemuruh ombak menambah hati kian terngiang.
Wajah cantik nan elok ingin slalu ku pandang.

Keheningan malamku, Membawaku ingin terbang kelangit tujuh.
Membawa sejuta hayalan dalam ribuan bayang bayang.
Yang tak kunjung sirna dalam dekapan kelam, Yang tak berujung juga tak bertepi.

Dimana ada ikatan hati.
Masih terbelenggu dalam manisnnya janji.
Dikala bunga cinta masih mekar merona.
Dikala Cinta masih menggelora didada.
Maka aku akan datang padanya,
Aku akan tanyakan pada tuhan,
Masih adakah cinta untuk dia?.

Dalam tidurku, aku tunggu jawaban darimu, Tapi tak kunjung menentu,
Aku tidurkan cintamu Jauh dalam lubuk hatiku, Karna diriku tak mampu Tuk melupakanmu, akupun tak mampu mencari penggatimu,
Ow Tuhanku, Jawablah pertanyaanku.

Tuhan, Aku telah jatuh cinta, tapi semua hampa karena cintaku bertepuk sebelah.
Aku akan hadirkan cintamu walau hanya dengan angan anganku.
Jika hatiku rindu aku akan sampaikan pada lautan, agar angin sampaikan padanya.
Meski semua aku sadari itu akan sia_sia. tetapi setidaknya bekuan hati ini mencair,

Tuhan,
Salahkah aku, bila Ku abadikan cinta ini, Bila rindu ini ku simpan dalam nafasku,
Salahkah aku bila rasa cinta ini ku bawa mati?
Akan tak berdaya atas semua.
Karena cintaku itu karena CintaMU.

Pp. Sunan Drajat,15 Nop 2017

 

 

AKU RINDU OW MUHAMMADKU.

Siangku berlalu, malam pun mulai gelap, sunyi , sepi , dinginku mengharap kehadiranmu
Oh Kekasih idaman,
Semua pun rindu akan syafaatMu.
Ow Muhammadku,
Aku terlelap dalam lamunan,
Mengharap engkau datang dalam mimpiku.

Teringat suatu masa Jahiliyah,
Saat dunia gelap gulita tak bercahaya, Penuh dengan puing puing kesesatan, Lalu engkau datang bak lentera yang membawa cahaya bagi umat manusia.

Engkau diciptakan dengan penuh keindahan.
Yakni ad dinul islam agama Tuhan.
Engkau hapuskan kebodohan.
Engkau binasakan kedholiman.
Engkau pembawa kabar Kedamaian.
Petunjuk kebenaran bagi umat ahir zaman.

Dengan Mukjizat yang mulia.
Lalui Jibril bawa firman Tuhan yang Esa.
Engkau berdakwah tanpa lelah juga putus asa.
Meski semua memusuhi mencaci juga menghina.
Tapi tiada kata takut dan menyerah dalam sampaikan perintah.

Ya Muhammad, Ya Syaiyidi Ya Habibuallah, Ya Rasulallah.
Tutur bahasamu.
Tingkah lakumu.
Kepribadianmu
Kini menjadi pedoman bagi setiap umatmu.
Engkaulah sebaik-baiknya manusia.
Engkaulah sebenar benarnya manusia yang paling benar.
Ahlaqmu tiada yang bisa meniru.

Yaa Habibanaa
Kini engkau telah kembali keharibannya
Namun kisahmu tak akan perna sirna meski ditelan usia
Akan dikenang sampai dunia tiada
Para mahluk akan selalu mengharap syafaatmu nanti.

Kami semua hanya bisa bersholawat itu pun kalau sempat
Tapi kami semua Berharap engkau beri kami syafa’at dihari kiamat
Hanya engkau yang bisa syafaati para umat
Kami rindu ow Muhammadku.

PP. SUNAN DRAJAT, 12 NOP 2017

Baca juga : kumpulan puisi tiga penyair tinta merah dan kumpulan puisi darus armedian

Penulis : Ach. Sunaji, Mahasiswa Pasca Sarjana Institut Pesantren Sunan Drajat, sekaligus salah satu Guru di MA-MA’ARIF 7 Sunan Drajat.  

Tuban Jogja

Media publikasi pemikiran dan agenda kegiatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.