Puisi-puisi Ac. Wahib: Sabda Gelombang

0
sabda gelombang
Achmad Wahib

Sabda Gelombang

Waktu senja, orang-orang berpulang
Tatkala perahu-perahu bersandar
Menanti surut gelombang besar
Berkejaran di penghujung asar

Nelayan berwajah lelah
Mendorong keranjang hasil tangkapan
Bersama peluh dan kepasrahan

Laut kemelut merenggut nyawa pelaut
Dalam duka kalut seorang nelayan hanyut
Tenggelam diantara takdir sakaratul maut

Sabda gelombang telah tertulis:
Pada sekeranjang ikan, nasib nelayan digadaikan.

Baca juga: Cerobong Asap, Asap-Asap Pekat (Ac. Wahib)

Menyapa Udara

Kuhirup udara: hampa
Debu-debu tipis bergentayangan

Apa kabar udara
Dalam panas dan dahaga
Kotaku berubah cuaca

Debu-debu serupa hantu
Menyerbu

Batu Berseru

Batu-batu itu menjelma gedung
Diantara indahnya tata kota

Batu berseru sepanjang waktu
Berpindah dari satu
Ketempat asing menyatu

Batu berseru
Berpindah sepanjang waktu
Diterpa angin modal

Batu-batu di pecah belah digergaji disakiti
Hingga dirindu banjir
Diintai tanah longsor
Batu batu hancur bersama takdir

Ketika sahabat alam terluka
Jerit tangis mengangkasa
Mendendam
Memekik meratap meraung
Manusia manusia patung
Membisu dalam untung, kepuasan, keserakahan

Baca juga: Kepada Perpisahan (Alfin Rizal)

Lapangan

Dulu disini kami bermain bola
Teman sebaya suka cita

Kini gedung gedung menundung
Tanah lapang kian menyempit
Terhimpit gedung-gedung pencakar langit

Curhat Sungai

Ikan ikan berlarian
Belut menyusut

Sungai-sungai kehilangan muka
Sungai-sungai berduka

Baca juga: Pesan Mendung Pada Hujan (Hendry Krisdiyanto)

Ac. Wahib aktif di semPROL (Seniman Muda Putera Ronggolawe).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here