Cinta itu Sendiri pun Tidak Tampak

0
wallpaperstock.net

Cinta – Berbicara tentang cinta, ada kalanya kita bebas memilih pasangan. Ada juga kebingungan dalam memilihnya—biasanya faktor fisik. Atau ada juga yang berakhir dengan dijodohkan. Soal ini, aku jadi ingat salah satu slentingan, “lelaki itu bebas memilih, sedangkan wanita bebas menolak.”

Memilih atau dipilih memang bukanlah prakara mudah. Ketika kita sudah memilih berarti harus siap mempertanggungjawabkan segalanya. Dan ketika kita sudah dipilih, maka bersiaplah juga mengabdikan diri selamanya untuknya. Ada beberapa faktor dalam mencintai pasangan: cantik/tampan, kaya, pejabat, dan sebagainya.

“Subkanalloh, mas-mas kae ganteng banget, pengen sekali mendapatkan suami sepertinya,” ataukah “Weladalah, mbak-mbak itu ayu banget je, seperti bidadari surga, ingin sekali mempersuntingnya.” Begitu mungkin ungkapan hati yang tak terucap.

Ya, mungkin dalam percintaan, kesempurnaan adalah segala-galanya. Kesempuranaan harta, tahta, dan wanita tepatnya. Padahal ada penyair Arab mengatakan, man talaba habibatan bila aibin baqa bila habibatin. Secara kasar, itu bisa kita pahami begini, “barang siapa menjalin seorang kekasih karena kesempurnaan, maka bersiaplah ia akan menjomblo selamanya.”

Syair di atas membuktikan bahwa selamanya kesempurnaan bukan menjadi tolak ukur dalam masalah cinta. Nabi Muhammad saw bersabda, umumnya lelaki menikahi wanita karena empat hal: limaliha (hartanya), wakhasabiha (keturunannya), wajamaliha (kecantikannya), dan terakhir wadiniha (karena agamanya). Oleh karenanya, Kanjeng Nabi Muhammad saw menganjurkan memilih wanita karena agamanya. Yakni melalui tertib salatnya, bagus ucapannya, bagus akhlak, dan perilakunya. Terakhir bersih hatinya.

Dalam Alquran, surah an-Nur (26), dijelaskan begini, alkhobitsatu lilkhobitsina walkhobitsuna lilkhobitsati, wattoyyibatu littoyyibina wattoyyibuna littoyyibati. Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji (pula). Adapun perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik (pula).

Terakhir, kepada pembaca yang hendak menikah, Prof Quraish Shihab mengatakan, “perihalah dirimu, jangan menikah sebelum mampu, mampu mental, mampu spiritual, mampu material. Tetapi Kepada orang tua, jangan menghalangi seseorang yang melamar putrimu/putramu dengan alasan bahwa dia belum mampu, tetapi yang belum mampu untuk menikah, sedangkan ia sangat butuh kepada pernikahan, insyaallah Allah akan menjadikannya mampu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here