Puisi Zen Kr; Ketabahan Tanah

1
ketabahan tanah
Ilustrasi gambar diambil dari lukisan Rusli berjudul Tanah Lot

Ketabahan Tanah

Istiqomah ialah tubuhku
Yang masih setia menghampar
Walau kemarau begitu nanar
Dan telah sempurna memaknai nestapa
Sebab musim tak memihak hujan tuk menyetubuhiku
Hingga rerumput tak sanggup bertahan hidup
Atau pohon-pohon yang kerap menanggalkan dedaun
Dan bahkan tubuhnya tumbang
Membunuh kesejukan.

Annuqayah,2018

Dengan Getir, Aku Melangkah
;Perjalanan Menuju Pragaan

Dengan getir, aku melangkah
Saat matahari nanar pada pandang,
Dan di kejauhan, lorong mencipta gelombang.
Lalu, segenap harap mendekap
Agar langkah tak temaram di tengah jalan.

Selamat adalah kata paling keramat
Yang kerap ku awali dengan semoga
Dalam doa yang kupanjatkan.

Walau penat kian pekat,
Hingga tubuh tak henti mengalirkan peluh.
Hanya istiqomah melangkah menjelma pilihan
Sebab kerinduan adalah sampai pada tujuan.

Annuqayah, 2017

Bersama Puisi
; Kepada Hujan

Bersama puisi
Aku meminta kau bertandang di bulan ini
Sebab harap tanah kemarau adalah engkau
Dimana kerontang tak lagi sebuah ‘hanya’
Namun sudah menjadi ‘sangat’

Maka dari itu,
Bangunkan rumput dari tidur berkepanjangan
Yang rindu tumbuh menghias jalan-jalan.

Kabulkanlah doa bunga
yang begitu ingin rekah.

Dengan tubuhmu
; tubuh sejuk yang menyimpan rahasia kehidupan
pada alam.

Lubangsa, 2018

Qalansuwati**

Kembalilah, Qalansuwati
Resahku kian merekah akibatmu
Mencicip pahit rasa gula
Sebab, tak hadirmu dalam waktuku
Adalah rindu cakrawala pada bianglala

Dan ketahuilah, Qalansuwati
Sejatinya, kehadiranmu adalah indah purnama
Yang tuhan anugerahkan padaku
Namun, kali ini purnama itu telah gerhana dari tubuhku.
Maka kupanggil engkau kembali, Qalansuwati
Agar risau tak lagi meracau
Membisik rindu dalam qalbu

Annuqayah 2017

**Sebutan songkok / kopyah menurut orang Arab

Rokok

Memang benar
Aku adalah penikmatmu yang ‘sekadar’.
Namun, bila menikmati asapmu yang pekat
Mengepul begitu memikat
Maka resah yang biasa bersemayam
Bermigrasi, tak lagi mendekam
Berhenti mencengkram.

Instika,2018

Kopi

Barangkali, aku adalah penikmat setiamu.
Penikmat rasa pahit manismu
Apabila rindu bertandang pada jiwaku.
Sebab, mungkin hanya denganmu
Rindu yang membeku dan menggebu
Bias kuhapus dari hatiku.

Annuqayah, 2018

*Zen Kr  . Pegiat Komunitas Penyisir Sastra Iksabad (PERSI), Lesehan Sastra Annuqayah (LSA), Gubuk Sastra Kita (GSK) . Sejumlah karyanya pernah nongkrong di media. Seperti  Radar Madura, Jejak Publisher (Jawa Barat), Tidar Media, FAM Publishing,Tulis.Me, Dll.  bukunya di antaranya: Tanah Bandungan (2017), Perempuan Yang Tak Layu Merindu Tunas Baru (2017), Pekerja Kasar Tanjung Luar (2017)

Bisa di Kunjungi di :

Email : Zen.Kr@yahoo.com

Alamat : Jl. PP. Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk Sumenep Jawa Timur 69463

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here