/Tentang Tulang/

Hanya ada dua tulang di liang itu
Tulangku dan tulangmu
Aku di sebelah dosa-dosamu
Kau di sebelah dosa-dosaku

Sedangkan malaikat hanya melihat dosa-dosa kita

Hanya melihat, tak berbuat apa-apa
Katamu, malaikat akan terus seperti itu
Sebab, malaikat tahu ini adalah prtama kali dosa-dosa kita bercinta.

Yogyakarta, 2018

/Pacarku Ingin Tuhan Menghilangkan Matahari/

Meski napas tak saling sapa karena jarak yang melelahkan
Lantaran membicarakan kehidupan yang berujung kekalahan,
Di sebuah bangku, disaksikan lampu dan pohon tak berdaun

Kehidupan yang rumit, katamu
Sekarang malam sudah kita lewati
Di pinggir jalan bersama bangku-bangku
Melambai-lambai, berharap kita duduki

Ah, malam itu doaku hanya satu,
Semoga matahari lupa akan janjinya, supaya pagi tak datang
Dan kita tetap bersama di bangku ini.

Yogyakarta, 2018

/Menunggu Telepon Ketenangan/

Pikirku,
Kematian tanpa ketenangan bukan kematian sejati;
Penderitaan yang abadi
Ialah sebab sudah mati, tidak bisa terulang

Seperti halnyah hidup ini tanpa dirinya tidak bisa kunamakan hidup
Hanya menjalani rutinitas tanpa ketenangan dalam jiwa

Bukankah itu juga penderitaan abadi
Biarlah aku menjadi satu-satunya pencuri ketenangan itu, Tuhan
Mencuri ketenangan pada dirinya sama seperti mencuri surgaMu

Jika saja aku bukan tempat ketenangan itu
Sudah pasti tempat para penderitaan
Tempat para kesedihan beristirahat
Tertidur lelap, melupakan tempat-tempat lain

Tuhan, hidup adalah pilihan
Biarlah aku memilih dia sebagai ketenanganku
Tuhan, hidup adalah titipan
Titipkanlah dia kepadaku sebagai ketenanganku

Yogyakarta 2018

/Mati/

Suatu hal yang pasti, katamu,
Kita akan mati
Suatu hal yang pasti, katamu,
Kita tidak bisa kembali setelah mati
Suatu hal yang pasti tapi tidak bisa dipastikan

Apa itu? Tanyaku
Kapan kita mati?

Diam

Sedangkan angin tiba-tiba memeluk tubuh kita yang ringkih

Yogyakarta, 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here