Ah, Namanya juga Ilmuwan

Ah, Namanya juga Ilmuwan
Ah, Namanya juga Ilmuwan

Di suatu hari tanpa sengaja pada kisaran tahun 1915, masyarakat suku di tepian sungai Chad, Afrika, dikagetkan dengan mobil Renault yang terparkir di depan rumah sang kepala suku. Selama ratusan tahun, baru itu ada di antara mereka yang berminat pada mobil. Biasanya, selera mereka hanya tertambat pada kuda-kuda yang sehat dan kuat.

Ada sesuatu yang aneh, pikir mereka. Di lokasi berbeda, perusahaan mobil Renault Prancis masih saja rela menggaji besar beberapa ilmuwan untuk terjun ke Afrika. Tugas mereka sederhana, yakni bagaimana caranya masyarakat suku di atas memiliki selera yang sama dengan masyarakat Eropa dan lantas meninggalkan mitosnya akan kuda.

Melalui iming-iming modernitas (yang kerap disalahpahami sebagai peradaban) mereka pun berhasil. Kepala suku sudah dalam genggaman. Sebentar lagi, ramal para ilmuwan, tentu yang lain ikut. Apa yang terjadi? Tebakan mereka benar. Hari ini, di tepian sungai Chad, kuda tak lagi berarti apa pun kecuali sekadar hewan ternak. Mobil-mobil mewah khas Eropa mutlak menggantikannya. Para ilmuwan pulang dengan dada membesar. Gaji tinggi sudah menantinya di rumah. Sampai di sini, kamu paham maksudku toh, su?

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here