Living Myth: Refleksi Perayaan 17 Agustus

0
SEMARAK 17 AGUSTUS 2018
SEMARAK 17 AGUSTUS 2018

Tidak ada kata yang pantas untuk diucapkan selain hanya bersyukur kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan ridanya, Negara tercinta Indonesia merdeka. Dengan perjuangan yang gigih serta tekad yang kuat dari para kiai. Santri. Juga para masyarakat. Didukung para jendral. Tentara, hingga akhirnya Indonesia terbebas dari penjajahan yang sangat kejam.

Alhamdulillah. Hari ini masyarakat Indonesia menyambut hari kemenagan bangsa ini sebagai momen mengenag jasa para pahlawan bangsa yang telah gugur dalam medan peperangan (semoga amal ibadahnya diterima di sisinya). Masyarakat Indonesia memang terkenal dengan adat-budaya yang kental dengan nasionalisme walaupun ada satu dua golongan yang ingin mengadu domba bangsa ini dengan hal-hal yang mengatasnamakan agama dan lain sebagainya.

Untuk menyambut hari kemenangan masyarakat kota dan desa, bahkan yang di luar negri pun ikut berlomba-lomba memeriahkan momen berharga ini. Dari Sabang sampai Merauke  semua memasang umbul-umbul dan juga bendera kebangsaaan merah putih. Ini semua dilakukan untuk menghormati dan mengenang serta berdoa buat para pendahulu-pendahulu yang berjasa meneguhkan NKRI.

Banyak momen-momen yang unik dan menarik yang dilakukan oleh masyarakat untuk memeriahkan ulang tahun kemerdekaan RI  yang ke-73 tahun. Mulai dari anak-anak hingga para tua-tua ikut meramaikan perlombaan. Gerak jalan, karnaval, barongsai bahkan dramben semarak dilakukan demi menyambut dirgahayu RI. Dengan warna busana ynag berbeda-beda ada pakaian adat, pakaian TNI, Polisi, petani, nelayan, santri, pengusaha bahkan pakaian pejabat-pejabat RI semua menghiasi jalan-jalan pedesaan. Jalan-jalan pantai utara (Pantura) penuh dengan sorak-sorai bersama.

Berbagai jenis lomba digalakkan mulai dari lomba panjat pinang, tarik-tambang, gerak jalan, sepak bola, bola volly serta bola sodor. Dan yang kini mulai menerik adalahh minat masyarakat yang rela merogoh kocek untuk menghias lingkungan dengan berbagai jenis hiasan. Mulai warna-warni cat lingkungan, bunga-bunga hingga lampu berkelipan di mana-mana. Semua itu dilakukan untuk mengenag para pahlawan.

Kalau berbicara masyarakat indonesia tidak akan ada habisnya. Masyarakat kita penuh dengan kreativitas dalam berbudaya di momen-momen bahagia ini, apalagi ada momen Asian Games yang juga bertepatan di bulan agustus. Tak kalah ramai di media sosial hari-hari ini adalah Capres-Cawapres yang juga ikut meramaikan masyarakat indonesia. Mungkin inilah yang disebut harmoni dari berbagai macam yang ada. Yang bertujuan satu:  untuk  persatuan masyarakat indonesia. Jangan sampai kita semua terpecah belah dengan isu-isu yang saling mengolok sana mengolok sini. Kita harus menjadi bangsa yang cerdas, bermartabat. Karena kita satu. Berbagsa satu. Berbahasa satu. Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ahmad Sunnaji,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here