Pacarku Intan Yang Menggoda 1; Pola Bangun Tidur Kampret

1
Pola Bangun Tidur Kampret
Editing By; Chill

Pada saat udara dan hawa panas perkotaan Jogja, mulai mulai tergantikan oleh angin sore nan sejuk. Saat itu aku mulai terbangun dari tidur siangku. Seperti halnya kampret yang bersembunyi di dalam goa keluar untuk memburu mangsa dan melihat dunia dari kegelapan.

Selalu saja kebiasaan lamaku itu, sampai aku lupa cara untuk bisa tidur sepertihalnya orang normal yang tidur saat dinginya malam mulai merusuk ke tulang dan bangun saat senja menampakkan sinarnya, yang diiringi dengan suara ayam berkokok.

Ada satu lagi kebiasaanku, yang tidak bisa aku hindari. Yaitu membuka HP! Sehingga sudah menjadi hal yang wajib dan utama saat pertama kali aku bangun dari tidur. Saat itu aku melihat ada sebuah pesan dari pacar baruku yang bernama Intan. “Dari pesan singkat.”

Aku pun berdoa dalam pesan singkat tersebut agar tidak ada janggal dalam hubungan pacaran ini. Karena dia juga sudah hafal kalau aku ini selalu bangun tidur saat sore hari, yang mengharuskan dia untuk mengirim pesan saat sore hari.

“Itu cewek siapamu kok foto berdua besamamu?” Tanya Intan dalam pesan singkat yang dia kirim setengah jam dari selisih aku bangun dari tidurku.

Dalam benakku berfikir. Mungkin ini hal yang biasa! Karena kata orang dan menurut kesimpulanku tentang buku-buku yang aku baca mengatakan, “Kalau saat ada kesalahpahaman itu pertanda bahwa dia sangat mencintaimu dan sangat takut untuk kehilanganmu”.

Dari situ aku berinisiatif untuk memberi pencerahan yang kupahami dari hadist nabi dan mukjizatnya  yaitu Al-Qur’an. Karena harus hanya dari situlah aku bisa memberikan proses seorang gadis menjadi seorang wanita yang tangguh untuk menjadi istri yang solehah.

Kembali ke cerita tadi; Akupun membalas pesan tersebut dengan perasaan was-was dan sedikit haru walaupun hati sudah tegar untuk menghadapi cobaan tentang hubungan ini. Dalam pesan singkat aku mengetik, “Itu teman aku dulu waktu SMA, mending kita ketemuan aja deh di warung kopi biasa. Sekitar jam 5 aku sudah disana.”

Intan pun membalasnya, dengan selisih waktu mengirim 13 menit dari saat aku mengirimkan pesan tersebut. Dengan waktu yang sedikit slow respon, diapun menjawab dengan sesingkat-singkatnya, lebih singkat dari teks proklamasi Indonesia dan sangat jelas sejelas sponsor air minerel (jelas terasa nikmatnya) yaitu “Y”.

Sedikit perasaan lega, dan beristigfat kepada Allah. Karena masih ada ummat Allah yang seperti ini, hidup pula dan bahkan menjadi pacarku. Walaupun hanya jawaban yang sesingkat itu aku langsung bersiap-siap untuk berangkat ke warung kopi.

Dengan suasana kamar berantakan, yang melebihi berantakanya kapal titanic yang tenggelam, walaupun hanya tau tralernya saja tanpa tau melihat filmnya full, hehehe. Kembali ke cerita lagi; Tanpa menghiraukan suasana kamar yang seperti itu, akupun mulai mengambil peralatan mandiku untuk langsung menuju kekamar mandi yang berada di samping, sampingnya kamar tetangga kosku.

Kesegaran pun terasa sehabis aku mandi. Karena mungkin mandi itu hanya ilusi kesegaran semata dan mungkin kewajiban bagi orang-orang yang ingin memikat hati seorang perempun yang cantik (seperti halnya pacarku sekarang ini).

Nb; Sedikit cerita tentang pacarku ini: Dia memiliki kecantikan yang mungkin jarang sekali kamu temui. Karena dia tanta pakai make up, mandi, dan segala aksesoris lainya dia tetap terlihat cantik. Sehingga membuat seorang anak cucu Nabi Adam tertarik untuk mengagumi dan menikmati ciptaan Allah ini.

Dari sudut kepribadian dia yang menonjol yaitu, dari kepiawainya menyembunyikan keluh kesalnya dari hadapan teman-temanya. Sepertihalnya memakai topeng dengan ekspresi tersenyum walaupun aslinya dia sedang berduka. Dari situlah aku mulai ingin meneladani dia dan meniru kepiawaian dia berakting di dunia nyata.

Dari segi umur dia lebih muda dariku, selisih 3 tahun. Singkat cerita dari pacarku Intan ini, mengaku kalau dia menuakan umurnya di AKTA kelahiran 1 tahun. Karena dulu saat dia menduduki pada bangku SMA dia ikut kejuaraan voli dengan persyaratan yang ketat, mengharuskan dia untuk menuakan umurnya di AKTA.

Kembali kecerita; Setelah mandi tak lupa aku membawa peralatan tempur untuk bermain game, walaupun mau menemui pacarku itu. Karena seorang Gamer tanpa dibekali persenjataan yang cukup akan canggung untuk menatap kenyataan ini.

Dalam perlengkapan tempur gamer yaitu berupa carger, power bank, earphone, dan lain-lainya. Pokoknya yang berbau elektronik dan namanya masih memakai bahasa Inggris. Dengan tas selempang yang berwarna hitam putih (seperti hatiku ini).

Dengan bermodalkan motor bebek berwarna hitam biru, yang menurut STNK. Akan tetapi kenyataanya hitam dan berdebu. Sehingga kalau memegang, atau menyentuh bagian selain jok dan stang, tangan akan ikut menghitam. Karena musim kemaru yang mengharuskan, tidak bisa cuci motor gratis dari hujan.

Dalam perjalanan menaiki sepedah motor dengan santainya. Aku menikmati keadaan udara dan cuaca sore yang bersahabat ini, tanpa ada kucing yang menyebrang sembarangan disaat lagi asik-asiknya menaiki sepedah motor.

Akupun berhenti saat lampu rambu-rambu lalulintas berwarna merah menunggu datangnya warna kuning lalu hijau. Sesaat itu, tiba-tiba dalam hatiku terpikirkan “rasa tidak mengenakkan”, akan tetapi rasa dihati ini tidak mengatakan perasaan yang sama seperti tadi saat melihat menikmati teduhnya sore.

Dalam pikirku mungkin ini hanya efek pesan singkat yang sudah dibaca tadi, yang masih menghantuiku. Yang akan hilang, seperti korek api yang berada didalam kumpulan Curanrek, yang bisa melakukan sebuah atraksi sulap dengan hitungan satu kedipan mata.

Tanpa sadar, rambu-rambu lalu lintas yang bermula merah sudah berwarna hijau. Dan tanpa aku melihat sosok kuning dalam rambu-rambu lalulintas itu. Dalam hati berkata “mungkin itu rambu-rambu lalulintasnya lagi khilaf karena tidak pernah dihargai keberadaanya”

Akupun berbelok kearah kanan, yang bertepatan pada matahari yang mulai sedikit meredupkan sinarnya. Tanpa adanya aba-aba dari sinar matahari kalau ingin landing pada mataku ini. Mataku yang berjumlah dua ini sekejap menjadi buram, lebih buram dari kertas yang dinamai buram itu.

Saat pandangan mulai membaik, tepat didepan ada seseorang yang mengendarai motor dari arah depan yang berlawanan berbelok kearah yang aku tuju. Mungkin karena dianya yang terlalu menengah atau akunya yang salah arah. Sehingga saat itu yang kutahu jarak antara orang tersebut dan aku sudah sangatlah dekat. “Bruak!!!”

Lanjut sesok maneh…….

1 KOMENTAR

  1. Note: “Kalau saat ada kesalahpahaman itu pertanda bahwa dia sangat mencintaimu dan sangat takut untuk kehilanganmu” ~ Dari buku2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here