Desa Kenanti dan Segala Keunikanya Budayanya

0
Desa Kenanti

Kenanti adalah desa kecil yang terletak di kecamatan Tambakboyo Kabupaten Tuban, dan terletak di tepi pantai utara Jawa. Sedangkan untuk akses menuju ke desa Kenanti, sangatlah mudah. Karena perbatasan desa Kenanti dengan desa klutuk, yang berada di sebelah selatan adalah jalan raya Tuban Semarang.

Dengan letak desa yang berada di pinggir pantai, yang menjadikan masyarakatnya memilih untuk mencari nafkah dari hasil laut. Untuk melaut rata-rata berangkat dari subuh hingga siang, yang dimana satu perahu krunya berjumlah tiga sampai lima belas orang, tergantung luas perahu yang ditumpangi.

Untuk hasil laut yang diperoleh dari nelayan rata-rata tergantung dengan musim, yang dimana harga ikan juga menyesuaikan dengan musim. Seperti halnya musim ikan teri, yang dimana ikan teri sangat mudah didapatkan dan harganya akan melakukan penurunan.

Hal tersebut juga mengharuskan mereka untuk menangkap ikan dengan cara yang berbeda-beda, sesuai dengan ikan yang ingin mereka tangkap. Karena menangkap ikan khususnya cumi-cumi itu harus dimalam hari atau di pagi hari di saat matahari belum muncul, dengan menggunakan lampu yang ada di perahu. Sehingga membuat cumi-cumi akan mendekat ke perahu.

Sebagai penduduk desa Kenanti, saya sangat prihatin. Karena setiap tahunnya pendapatan hasil ikan tangkap masyarakat selau terjadi penurunan. Faktor yang menjadikan penurunan seperti ketidakpastian cuaca, kondisi cuaca ekstrem, kenaikan suhu permukaan laut.

Dalam penelitian yang telah diterbitkan di terbitan resmi World Meteorological Organization ini, para peneliti tersebut melihat keterkaitan yang erat antara kenaikan suhu permukaan laut, dengan produksi ikan di kawasan perairan Indonesia.

Kenaikan rata-rata suhu udara dalam tiga dekade terakhir sebesar sekitar 0,5 derajat celcius akibat emisi gas rumah kaca yang semakin memburuk menjadi penyebab perubahan iklim dan menurunnya jumlah tangkapan ikan di lautan.

Namun dari hasil penelitian tentang perubahan iklim dan keterkaitannya dengan sektor perikanan secara global, menunjukkan bahwa hasil tangkapann ikan di Indonesia akan menurun sekitar 15 hingga 30 persen. Berdasarkan terbitan yang dirilis oleh Indian Ocean Tuna Commission (IOTC)

Dari penelitian tersebut, diharapkan perlu ada inovasi baru dari desa, khususnya desa Kenanti. Sehingga para nelayan tidak selalu menjadikan hasil laut sebagai mata pencarian pokok untuk menghidupi keluarganya. Mungkin budidaya ikan atau pengolahan ikan untuk menjadi produk unggul bagi desa.

Menurut berita yang dilansir di djpk.kemenkeu.go.id (Kementrian Keuangan Indonesia. Setiap tahun Pemerintah Pusat telah menganggarkan Dana Desa yang cukup besar untuk diberikan kepada Desa. Pada tahun 2015, Dana Desa dianggarkan sebesar Rp20,7 triliun, dengan rata-rata setiap desa mendapatkan alokasi sebesar Rp280 juta. Pada tahun 2016, Dana Desa meningkat menjadi Rp46,98 triliun dengan rata-rata setiap desa sebesar Rp628 juta. Dan di tahun 2017 kembali meningkat menjadi Rp 60 Triliun dengan rata-rata setiap desa sebesar Rp800 juta.

Dari data tersebut sungguh disayangkan kalau aparatur desa khususnya di desa Kenanti digunakan untuk kegiatan membangun pagar sekolahan, lapangan voli, gubuk kecil untuk peristitahatan nelayan.

Dalam hal pengalokasian tersebut menurut saya, jauh dari program yang dikeluarkan oleh kemendes PDTT. Yang mengharuskan desa, mengembangkan program unggulan berdasarkan tiga pendekatan yang disebut sebagai pilar desa yaitu:

  1. Jaring komunitas wiradesa
  2. Lumbung ekonomi desa
  3. Lingkar budaya desa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here