Puisi Endri Maeda; Macam-macam Tidur

0

Oleh: Endri Maeda

Usia Kesedihan

Di usia kesedihanku yang masih balita ini aku berjalan ke arah selatan menyusuri jalan perkampungan yang tak berambu-rambu membawa sepi dari perempuan awal syawal

Menghiraukan malaikat pembawa blai
Atau mungkin ini tempat bagi orang-orang pencari blai

Suhu jalanan yang tua merawat kesedihanku yang masih balita

Memberi asupan nyanyian gelisah

Menimang-nimang dengan gerakan resah

Menghangatkan dengan selimut payah

“Tumbuhlah besar, kesedihan. Menualah seperti udara malam yang selalu buruk bagi usia yang renta. Serenta kesedihan.”

Bangunan-bangunan terdiam tabah melihatku berjalan membawa sepi dari jantung perempuan awal syawal

Tidak ada bir

Tak ada anggur

Suhu jalanan tidak menyediakan gelak tawa bagi kesedihan yang masih balita

Yang ada hanya ranjang bertulisan kesedihan yang tak mampu dieja si balita

“Tidurlah, cepatlah dewasa, lalu menua, hingga kau renta sempurna.”

Parangtritis, 4 September 2018.

 

Macam-macam Tidur

Tidur 1

Alasan kenapa aku banyak tidur adalah kepedulianku terhadap kesedihanku

 

Tidur 2

Satu-satunya penghantar tidur paling menenangkan adalah mengenangmu

Di bagian tertentu, mengenangmu membuatku jauh dari tempat tidur

 

Tidur 3

Aku ingin bangun

Tapi aku belum tidur

 

Tidur 4

 

Banguntapan, 18 November

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here