Musyawarah Mufakat, Tunjuk Azam Yasir Pimpin KPMRT Yogyakarta 2018/2019

0

Yogyakarta, Usai sudah pengabdian kepengurusan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta periode 2017/2018. Ditandai dengan telah dilaksanakannya kongres KPMRT-Y ke VII, bertempat di gedung PW NU Yogyakarta, Jum’at 30 November 2018.

Acara yang dihadiri puluhan anggota KPMRT-Y itu berjalan khidmat. Mereka dengan husuk melakukan sidang pembahasan AD/ART, menyimak LPJ kepengurusan, pemilihan ketua baru dan musyawarah tindak lanjut pelaksaan kampus festival di Tuban pada Januari 2019 mendatang.

“Kepengurusan ini (2017/2018) tentu masih banyak kekurangan, utamanya dalam pelaksaan program kerja. Untuk itu kami memohon maaf belum bisa bekerja secara maksimal dalam melaksanakan tanggung jawab yang diberikan kepada kami,” -ungkap Abdul Adhim, mantan ketua KPMRT-Y dalam penutup LPJ kepengurusan.

Menanggapi kinerja kepengurusan yang telah domisioner, Hafidz, warga KPMRT-Y, memberi Apresiasi. “Ya saya fikir kepengurusan ini sudah berkerja dengan baik, adapun kekurangannya menjadi bahan evaluasi kita bersama untuk terus membangun KPMRT-Y lebih baik. Saya salut dengan temen-temen yang telah bekerja keras untuk legalitas KPMRT-Y dengan mendaftarkannya ke akta notaris dan Kemenkumham,” -katanya.

Pemilihan Ketua KPMRT-Y Gagal Ricuh

Menjelang malam, setelah istirahat dan sholat maghrib, acara makin semarak. Uforia tersebut karena agenda yang ditunggu; pemilihan ketua baru segera dilaksanakan.

Para peserta sidang langsung mengusulkan beberapa nama sebagai calon, total ada 8 nama yang diusulkan. Tetapi setelah penyeleksian, hanya tersisa 3 nama saja yang masuk dalam kontestasi, mereka adalah Rida, Azam dan Aziz.

Ketiganya kemudian diminta memaparkan pandangannya tentang keberlangsungan KPMRT-Y dan upaya memajukan organisasi.

“Kalau saya berharap kita menjadikan KPMRT-Y tidak hanya sebagai wadah berkumpul, tetapi ada proses belajar bersama dan pengembangan kreativitas anggota. Selain kita juga harus menyediakan ruang pengabdian untuk Tuban tercinta,” -tutur Azam, calon yang hobi nyeduh kopi.

“Saya sih suka sama tagline; kumpul, guyup, rukun dan ngabdi. Jadi berjalannya organisasi ke depan harus terjiwai dari semangat itu dan kesemuanya harus porposional. Saya fikir pemuda juga harus terlibat dalam pembangunan masyarakat (Tuban) paling tidak punya kontribusi dalam ide dan gagasan,” -ujar Rida, gadis dengan hobi main musik.

“Kalau saya sepakat sama Azam dan Rida. Lebih dari itu, saya berharap perlu adanya kerja keras bersama dalam pelaksanaan program kerja organisasi. Soalnya saya amati itu yang kurang di KPMRT,” -pesan Aziz, mahasiswa Instiper yang hampir lulus.

Setelah menyampaikan pokok pikiran calon tersebut tidak langsung diadakan voting. Tetapi para calon dipersilahkan untuk melakukan musyawarah internal selain juga para peserta sidang melakukan hal yang sama. Baru kemudian ditentuntukan lewat musyawarah warga bersama calon.

Dari hasil musyawarah bersama disepakati Azam Yasir sebagai Ketua KPMRT. Walaupun sempat terbelah menjadi dua kubu, dimana kelompok perempuan tetap ngotot berharap Rida sebagai ketua. Tetapi hal itu dapat diredam usai Rida selaku pribadi mendukung terhadap kepemimpinan Azam ke depan.

Karena Janda, Nasihin Batal Nyalon

Sepekan sebelumnya, diakui publik KPMRT-Y, acara kongres ini diprediksi bakal seru. Lantaran tersiar kabar, Nasihin, ketua KPMRT-Y periode 2016/2017 akan mencalonkan kembali.

Pencalonan itu bukan tanpa alasan, tetapi karena pembacaan situasi terkini. Bahwa nasihin adalah figur yang dinilai telah sukses memimpin KPMRT, selain ia sekarang sedang bosan menganggur usai kuliah.

Tapi kabar tersebut langsung ditepis oleh Nasihin, sekarang ini dia mengaku sedang garap proyek baru dengan visi perjuangan yang lebih nyata.

“Oh tidak, itu hanya isu. Saya sekarang lagi sibuk, ini ngurus banyak kasus perceraian dan akan ada lebih banyak janda yang butuh temen curhat,” -tuturnya pada awak media yang hadir.

Alasan Nasin yang sekarang berkerja di salah LBH Yogyakarta itu, dapat diterimanya oleh para pendukung fanatiknya. Sebagaimana yang sampaikan oleh Muttaqin. Ia mendukung dan berharap Nasihin tetap merakyat.

“Ya walaupun kecewa gpp sih. Yang penting setelah dekat dengan banyak janda Nasihin tetap membumi, ingatlah godaan di dunia ini selain uang dan kekuasaan adalah hasrat,” -pesannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here