LUCUNYA SEPAK BOLA INDONESIA

0

SEPAK BOLA DAN SEORANG IBU YANG MENANGIS

Sepak bola seakan menjadi agama
Ada yang harus merelakan nyawanya
Menenggelamkan cita dan cinta

Sepak bola lahir sebagai dunia malam
Harus dinikmati dan menyenangkan
Namun segalanya raib
Selebihnya hanyalah berita duka
Dan hanya tersisa kenangan-kenangan

Seorang ibu menangis tersedu
Melihat anaknya berlumur darah dalam kerumunan suporter
Seorang ibu harus menggali kuburan
Setelah anaknya pulang
Dengan ucapan selamat tinggal
Digotong dengan keranda kematian

Sepak bola kembali merenggut nyawa
di Indonesia adanya

Yogyakarta. 2018

 

LUCUNYA SEPAK BOLA INDONESIA

Tuhan seakan hanya menjadi simbol
Tidak ada yang menakuti nya
Bahkan membunuh bagaikan hiburan dan tontonan

Berteriak untuk kebanggaan klubnya
Agar memenangkan sebuah pertandingan
Tapi apalah daya jika teriakan itu berujar kebencian dan cacian
Saling menjatuhkan
Hidup dalam kebhinekaan tidak ada baginya

Hukum ditegakkan
Sanksi dibesarkan
Lagi-lagi tidak ada yang menakuti nya
Haruskah Indonesia tanpa sepak bola?
Anyir rasanya, tuan

Indonesia lahir atas nama kebhinekaan
Lagi-lagi ia hanya bagaikan simbol

Indonesia tanpa sepak bola
Bagaikan sungai yang kering

Indonesia dengan sepak bola
Nyawa sering melayang
Kekisruhan tak pernah redam
Kebencian dan hinaan selalu terjadi
Sulit dipadamkan

Yogyakarta. 2018

*Rudi Santoso, lahir di Sumenep Madura. Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Nominasi 100 Puisi Terbaik Tingkat Asia Tinggara UNS 2017. Tulisannya Sudah Terbit Di Media Cetak Lokal dan Nasional. Buku puisi tunggalnya “Kecamuk Kota” Halaman Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here