Sajak Aazamy; Kafan Untuk Jenu(h)

0

Lekaslah sembuh tanah air yang berlumur gersang
guguran daun kering melepas harapan di ujung klimaks
dengan badan lebam tertikam panas dan perut mencekam
ia hadir membawa senyum dan rasa kenyang

Tepat pukul 12.00 waktu indonesia bermalas-malasan
lonceng pemanggil undang-undang bergema seantro desa
bukan panggilan cinta ataupun kehilangan
apalagi seruan hati yang patah dan remuk redam

Kini bunga tidur terasa hampa kala kita lupa bertegur sapa
kau lupa masuk desa penuh asa nan bijaksana
kau hidup di kota dengan segala angkara bermuka ganda
kau dan aku sama-sama lupa kelahiran kita dari rahim orang desa

Kini hujan pun turun
dengan segala riuh rindunya terhadap pemakaman
dikafaninya harapan yang penuh taburan air mata
dan kini rumahku bercerobong asap kilang minyak
kali belakang rumah menjadi budidaya limbah pabrik
lapangan bermain bola beralih profesi menjadi lahan pabrik

Semoga nasi jagung dan sambel buatan emak tidak berubah menjadi miniatur pabrik semen

2019,

sumber gambar: unsplash.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here