Puisi-Puisi Hendri Krisdiyanto; Upacara Perpisahan

0
77
Upacara Perpisahan

Upacara Perpishan

Kita bergerak ke arah yang berbeda
Jarak akan menjelma waktu dalam rentang panjang
Hari-hari akan sepi
Di antara kita lama tak kembali

Pergilah selagi mimpimu cerah
Katamu dengan suara tangis pecah
Menghunus jantungku

Aku tak berkata, mulutku bungkam
Seperti malam kelam yang panjang
Lalu, kupejamkan mata
Setelah kubuka kembali
Aku sudah berada di tempat berbeda
Dan tak mengenalmu lagi

Agustus, 2018

Pada Suatu Siang yang Terik

Semesta bagai kobaran api
Menyala membakar dirinya sendiri
Pejalan menapaki tanah
Kendaraan meluncur berbagai bentuk dan warna
Seterang inikah cahaya-Mu ,Tuanku?.

2018.

Kepada Angan

Tak kutemukan engkau
Dalam ruang ingatanku yang nyata
Engkau terbang bagai burung
Mengepakkan sayapnya di udara.

Kau bebaskan diriku
Merangkai kata yang kucipta puisi
Dari segala hal di muka semesta.

Tak kutemukan kau
Dalam diriku yang lara
Begitupun seterusnya, seterusnya.

Agustus, 2018

Mengejar Kenyataan

Aku berlari
Dari bayang-bayang khayal
Ke alam nyata yang berisik.

Aku tak pernah tahu
Kenyataan yang benar-benar nyata
Hanya dunia dengan kepura-puraan
Alam pikirku
Hanya mampu menggapai
Fajar, senja, juga malam
Tak pernah mampu menggapai
Luasnya alam semesta.

Yogyakarta, 2018

Aku Ingin

Seperti bulir embun
Malam menempel di kaca jendela
Detak jam mengusir sunyi dari kamar
Di halaman cahaya remang oleh hujan

Seperti cecak gigil merayap di dinding-dinding
Sedang ingatan tak kuasa membendung
Kenangan yang bergejolak di alam pikirku.

2018.

Lagu pencinta

Telah kubiarkan sisa-sisa
Kemurungan yang melanda jiwaku
Terbang seperti angin
Aku bebaskan diriku dari kerumitan dunia
Yang tak pernah ada ujungnya.

Hanya musik dengan lagu melankolis
Yang mampu menenteramkan alam pikirku.
Sebab, Tuhan selalu paham
Setiap upaya mencapai diri Nya.

2018.

Hendri Krisdiyanto; lahir di Sumenep, Madura. Alumni Annuqayah daerah Lubangsa. Karyanya pernah dimuat di: Minggu Pagi, Kabar Madura, Koran Dinamika news, Nusantara news, Radar Cirebon, Radar Banyuwangi, Tanjungpinang pos, Bangka Pos, Rakyat Sumbar, Buletin Jejak, Tuban Jogja, Flores Sastra, Apajake.id, Buletin kompak, Jejak publisher, Majalah Simalaba, Antologi bersamanya: Suatu Hari Mereka Membunuh Musim(Persi, 2016), Kelulus (Persi, 2017), The First Drop Of Rain, (Banjarbaru, 2017), Bulu Waktu (Antologi puisi Sastra Reboan) dan Suluk Santri, 100 Penyair Islam Nusantara (Hari Santri Nasional, Yogyakarta, 2018) Sekarang aktif di Garawiksa Institute, Yogyakarta.

Photo by Kristina Tripkovic on Unsplash.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here