GEJAYAN MEMANGGIL

0
151
Gejayan Memanggil

Joko Gembili

Apakah anda tahu maksud “Aksi  Damai atau Gejayan Memanggil” yang akan dilaksanakan besok tanggal 23 September?  Baiklah, mari kita bicara tentang akar masalah yang membuat  mahasiswa harus turun ke jalan.

Pasalnya, permasalahan ini muncul kerena pemerintah selalu memojokkan rakyat melalui RKUHP, UU, KPK, RUU ketenagakerjaan, RUU Pertahanan, Kriminalisasi di berbagai sektor, ketidak seriusan pemerintah dalam menangani isu lingkungan hidup dan RUU PKS tak kunjung disahkkan. Jika yang diperjuangkan dalam aksi dami itu gagal maka ada beberapa poin yang menghawatirkan, selain melemahnya KPK juga semakin memberatkan buruh karena memuat fleksibilitas statsus kerja dan upah, juga dampak lain seputar yang sedang diperjuangkan pada tanngal 23 September besok.

Dari permasalahan tersebut pastilah membuat rakyat menyelipkan sedikit kalimat dalam doanya di sepertiga malam, “Duh, Gusti, segitu banyaknya permasalahan di negara ini”. Padahal, ada lagi permasalahan di negeri ini yang tidak termuat dalam aksi damai pada tanggal 23 September di Gejayan.

Ingatkah prihal kebakaran hutan yang terjadi di Riau?Bagaimana kondisi asap di Riau sekarang? Apakah asap itu sudah sampai ke Malaysia? Apakah penanganannya sudah maksimal? Apa sebenarnya akar masalah dari kebakaran itu? Sudah mencapai berapakah korban yang terkena dampak asap? Bagaimana kondisi hewan di sana?

Jika kita melihat dengan mata hati kita, dengan rasa kasihan terhadap kejadian itu, pastilah rasa kasihan yang kita miliki menuntut untuk melakukan sesuatu terhadap korban asap yang semakin banyak. Pertanyaannya, apakah itu akan diserukan dalam aksi besok? Lalu menuntut hutan dikembalikan seperti semula? Atau, jangan-jangan setelah api-api itu padam banyak bibit sawit yang bermunculan dan pabrik yang semakin berkembang subur?

Mungkin saja tidak, mungkin juga iya, atau bisa saja ada aksi susulan dengan tema “Kembalikan Hutan Kami”. Semoga saja.  Namun yang terburuk yang dikhawatirkan masyarakat jika aksi itu hanya menyuarakan tentang RUU dan sebagainya  adalah; apakah aksi Gejayan Memanggil 2019 sebagai pengalihan isu terhadap kebakaran yang terjadi di Riau? Semoga tidak juga. Semoga itu pangilan hati dan kewajiban mahasiswa sebagai agen perubahan, bukan hanya antek-antek semata yang sami’na wa atho’na terhadap atasan.

Selamat berjuang. Keadilan harus ditegakkan sekarang juga. Ketidakadilan harus dihapuskan dari muka bumi ini dengan waktu secepat-cepatnya. Kehormatan harus diberikan kepada setiap rakyat. Kedamaian, ketentraman, kenyamanan, persatuan, harus terwujud. “Menjadi gilalah untuk menjaga umat manusia dari penindasan”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here