Literasi Dari Bawah

Literasi Dari Bawah

Memang benar bahwa budaya baca kita sebenarnya sudah tinggi, tinggal bagaimana mengarahkan menuju budaya baca yang benar. Bukan membaca postingan yang kadang belum tentu kebenarannya.
Semua Gara-Gara Somad

Semua Gara-Gara Somad

Aku takut malaikat tiba-tiba mengetuk pintu rumahku. Detak jantungku yang semakin cepat, kemudian tubuhku menggigil. Aku berpikir akan mati berdiri kemudian dikuburkan bersama pemuda...
Pacarku Menginginkan Tuhan Menghilangkan Matahari

Pacarku Menginginkan Tuhan Menghilangkan Matahari

Tapi alasan yang tepat bukan karena itu kau meminta Tuhan menghilangkan matahari. Aku tahu. Aku juga mengamini doa mustahil itu.
Pola Bangun Tidur Kampret

Pacarku Intan Yang Menggoda 1; Pola Bangun Tidur Kampret

Pada saat udara dan hawa panas perkotaan Jogja, mulai mulai tergantikan oleh angin sore nan sejuk. Saat itu aku mulai terbangun dari tidur siangku....
Bidadari Tuban Jogja

Bidadari

Sosok bidadari surga, bagi kaum laki-laki adalah imajinasinya tentang obyek seksual. Makanya digambarkan cantik-cantik, seksi-seksi, sangat menggoda, dengan pelayanan paripurna, dan tiap lelaki dijatah...
Alasan Kenapa Kita Membenci Babi

Alasan Kenapa Kita Membenci Babi

Mengapa kita membenci babi? Satu pertanyaan kau utarakan sambil membuka jendela. Matamu menatap ke luar sana. Petang. Hujan pelan. Kau pasti sedang mengingat kejadian...
Cerpen: Mahar Pohon-Pohon

Cerpen: Mahar Pohon-Pohon

Seandainya, kekasihku, kau ingin menikahiku dan aku meminta mahar perkawinan itu berupa pohon yang jumlahnya seribu, apa kau masih mau? Tak ada yang tidak mungkin...
Tarian Ruh

Cerpen: Tarian Ruh

Sore ini, dalam keadaan telentang, Parman melihat ruhnya menari-nari. Tepat di dadanyalah ruh itu berpijak, kadang menjinjit, kadang melompat. Tangan dan tubuhnya meliuk-liuk seperti...

Luka dan Cinta

  Luka dan Cinta Setiap kata yang keluar dari mulut kita itu adalah sesuatu yang mahal, maka dari itu teruslah mencoba dan mencoba untuk merangkai sebuah...

Ibumu, Ibumu, dan Ibumu bukan Kiaimu

Ibu - Pagi itu sang Fajar menyambutku. Ibuku,” Le, ditukokne sego pecel piye? Ambek dicamne kopi. Sebelum kuberangkat kuliah ke Jogja. “Iyo mak,” jawabku. Selesai makan...

Terbitan Lainnya