Sajak Rindu Masa Lalu

Sajak Rindu Masa Lalu

Sajak Rindu – Oleh Agnesia Nanda   Tentangmu Rindu yang tak terbendung Rindu yang tak berujung Aku begitu takut menafsirkan rasa ini Aku takut sekedar merasakan cinta Karena luka lama begitu...
Akan Mencintaimu

Aku Akan Mencintaimu Semampuku

A Darus Armedian Aku akan mencintaimu semampukuselebihnya, biarkan tuhan bekerja kota makin...

Puisi Jauhar R; SETENANG KAPAL KARAM Dan Beberapa Sajak Lainya

SETENANG KAPAL KARAM sebab rindu tercipta dari kau yang menjauh kubaca kembali percakapan- percakapan arkais kusenandungkan dengan...
Angin Laut

Puisi-Puisi Nadya Sardjo: Aku Bertanya Pada Angin Laut

tubanjogja.org - Angin Laut Oleh: Nadya Sardjo Nyata dan Ilusi "Hari ini langit pun ikut bersedih. Seolah mengerti perasaanku saat ini, Dee," kataku sambil memandang abu-abu di atas atap rumahku. "Apakah...
Tahun Baru Jogja

Puisi-Puisi Naide Emra: Tahun Baru Pada Masa-Masa yang Menua

tubanjogja.org - Tahun Baru Oleh: Naide Emra Tahun Baru #1 tanggal-tanggal bertanggalan meniru jarum jam patah tadi malam maka cepat-cepat ingin kutuntaskan perjamuan ini sebab musim menandai : ada sepotong bulan dari...
Asap-asap pekat

Puisi-Puisi Ac. Wahib: Cerobong Asap, Asap-Asap Pekat

tubanjogja.org - Asap-Asap Pekat Oleh: Ac. Wahib Cerobong pada mulanya, asap pekat merayap-rayap di langit lamat-lamat terdengar burung-burung sekarat hijau daun, daun hijau memucat tangisan alam mengangkasa seiring udara yang lumat asap-asap...
Mata Rindu

Puisi-Puisi Zam’sta: Mata Rindu

tubanjogja.org - Mata Rindu Oleh: Zam'sta MATA RINDU Selalu ada alasan bagi dada sunyi Untuk senantiasa menyimpan rindu di pelupuk mata Mengalamatkan setiap detik jarum jam pada angka-angka rumah Karena rumah...

Puisi-Puisi Astrajingga Asmasubrata; IMPROVISASI SEBELUM PERGI

Aku tak mencarimu, tak perlu kau menunggu Di ujung puisi ini. Kau boleh mengumpatku "Teleksu!", namun gadis yang akan kunikahi Anak tengkulak bumbu di pasar Karanganyar Kami juga bertekad memuliakan rasa lapar Dengan benar, seperti rintik hujan suburkan Ladang. Hidup kami akan kuning segar sayur Opor santapan paling selera ketika hari raya

Puisi Cahya Ridlo Gusti; Ayat-Ayat Kakus

Padahal Kau telah membangun banyak jalan lengang di tubuhku. Namun, mengapa macet masih terasa setiap kali aku ingin menempuhMu?
Menunggu Hujan

Puisi-Puisi Hendri Krisdiyanto; Menunggu Hujan

Kubayangkan ia menjelma setiap gerimis Yang jatuh melalui atap-atap rumahku, Aku ingat, ada satu titik yang bocor Sementara aku telah berada tepat di bawah Celah atap itu.

Terbitan Lainnya