Puisi-Puisi Astrajingga Asmasubrata; IMPROVISASI SEBELUM PERGI

Aku tak mencarimu, tak perlu kau menunggu Di ujung puisi ini. Kau boleh mengumpatku "Teleksu!", namun gadis yang akan kunikahi Anak tengkulak bumbu di pasar Karanganyar Kami juga bertekad memuliakan rasa lapar Dengan benar, seperti rintik hujan suburkan Ladang. Hidup kami akan kuning segar sayur Opor santapan paling selera ketika hari raya

Bagimu Negeri, Laut tak Bergaram lagi

Bagimu Negeri - tubanjogja.org Kauajarkan Menikmati Kopi, Kaubunuh para Petani Apa yang kaumaksud dengan melunasi halusinasi mengubur mimpi menebar besi memangkas pagi membunuh petani mendengar debar mengikis tangis mambayar kabar mati, abu terkenang Apa yang...
Angin Laut

Puisi-Puisi Nadya Sardjo: Aku Bertanya Pada Angin Laut

tubanjogja.org - Angin Laut Oleh: Nadya Sardjo Nyata dan Ilusi "Hari ini langit pun ikut bersedih. Seolah mengerti perasaanku saat ini, Dee," kataku sambil memandang abu-abu di atas atap rumahku. "Apakah...
Engkau Semakin Menjadi Tuhan Saja

Sajak Abay Viezcanzello: Engkau Semakin Menjadi Tuhan Saja

Engkau Semakin Menjadi Tuhan Saja -Puisi Abay Viezcanzello Muara Rindu Sungguh! Pada rekah wajahmuKutemukan telaga biruTempat...
Badai Negeri

Badai di Negeri Pelangi (Puisi-puisi R N Evendy)

Tubanjogja.org, Negeri Pelangi Oleh, R N Evendy   "Simpan Benderamu"   Ku saksikan lagi panggung warna-warni Panggung sandiwara cetusan bandit berdasi Demokrasi ditumbalkannya demi ambisi Dan rakyat di nina-bobokkan dalam mimpi.   Mereka mengaku ikut...
Sajak-sajak Hafiz

Sajak-Sajak Hafiz (Penyair Sufi Persia)

tubanjogja.org - Sajak-Sajak Hafiz Oleh: Lev Widodo Kupandang Burung Sepasang Bersama, bisa sepasang mulut kita meniup seruling yang kubawa ini laguku pun jadi jauh lebih manis karena napasmu, juga napasku saling terhembus...

Sajak Idhar Phadjoppa; Narasumber Air Mata

Barangkali aku harus mengerti. Sering kali ada hal yang sulit diucapkan mulut. Sehingga mata harus rela melihat air mata jatuh bercucuran

Sajak Aazamy; Jika Engkau Kesepian Maka Berkabarlah

Bersama candu dan harapan untuk memilikimukini aku menikmati malam-malam yang indahmerapal mantra-mantra yang teramat jitudan berbisik kepada lintang-lintang jatuh
Idul Adha di Kota Jogja

Sajak Hendri Krisdiyanto: Idul Adha di Kota Jogja

Pada Suatu Sore Masa Lalu Tiba-tiba seorang gadis berkata di belakangku Apakah senja hanya dibuat untuk seorang pemurung? Katanya lirih...

Sajak Aazamy; Rahim Batu

Oleh: Aazamy Dan cinta itu pun lahir, Dari...

Terbitan Lainnya