sabda gelombang

Puisi-puisi Ac. Wahib: Sabda Gelombang

Sabda Gelombang Waktu senja, orang-orang berpulang Tatkala perahu-perahu bersandar Menanti surut gelombang besar Berkejaran di penghujung asar Nelayan berwajah lelah Mendorong keranjang hasil tangkapan Bersama peluh dan kepasrahan Laut kemelut merenggut nyawa...
Terbakar dalam Cacian

Terbakar dalam Cacian

Oleh: A.A. Yasir 1 Jika yang telah gugur masih kauperselisihkan, Bakarlah diriku dalam cacianmu, Bungkuslah abuku dalam sampah kebencianmu, Luapkanlah seluruh amarah dan nafsu membunuhmu. Sampai aku mati... Mati dalam segala...

Semesta di Tubuhmu

ada semesta di tubuhmu ketika kau telanjang aku mencari tahu dari lubang mana kita dilahirkan di ranjang itu, kau tahu ada banyak hal yang perlu kita tuntaskan: menelusuri sejarah bagaimana adam menanam...
Air Mata

Puisi-Puisi Nadya Elga: Air Mata Ibu

tubanjogja.org - Air Mata Oleh: Nadya Elga Kita Hanya malam itu, kita tak lebih hanya sepasang burung hantu merindukan senyap, sunyi untuk mencumbu dengan damai di atas ranting pinus tua kita...

Bagimu Negeri, Laut tak Bergaram lagi

Bagimu Negeri - tubanjogja.org Kauajarkan Menikmati Kopi, Kaubunuh para Petani Apa yang kaumaksud dengan melunasi halusinasi mengubur mimpi menebar besi memangkas pagi membunuh petani mendengar debar mengikis tangis mambayar kabar mati, abu terkenang Apa yang...
Senandika Pecinta

Senandika Pecinta, Sajak-sajak Daruz Armedian

Tubanjogja.org - Sajak Senandika Pecinta aku lelaki keras kepala sengaja mencintaimu untuk kausia-siakan seumpama jendela yang setia mengamatimu melangkah pergi dan kembali meski yang kautuju adalah pintu cukup aku menjadi jerawat yang...
Sajak Rindu Masa Lalu

Sajak Rindu Masa Lalu

Sajak Rindu – Oleh Agnesia Nanda   Tentangmu Rindu yang tak terbendung Rindu yang tak berujung Aku begitu takut menafsirkan rasa ini Aku takut sekedar merasakan cinta Karena luka lama begitu...

Puisi Jauhar R; SETENANG KAPAL KARAM Dan Beberapa Sajak Lainya

SETENANG KAPAL KARAM sebab rindu tercipta dari kau yang menjauh kubaca kembali percakapan- percakapan arkais kusenandungkan dengan...
Hendri Krisdiyanto; Penebar Doa Dan Beberapa Sajak

Hendri Krisdiyanto; Penebar Doa Dan Beberapa Sajak Lainya

Menebar Doa Aku berdoa agar dunia diberi waktu lebih lama. jalan-jalan adalah tempat setiap orang memungut senyum dari bibirnya dan melemparkan pada sesamanya. Penyair tidak melupakan kesunyiannya Menggapai segala yang bagi...

Sajak Aazamy; Kafan Untuk Jenu(h)

Lekaslah sembuh tanah air yang berlumur gersangguguran daun kering melepas harapan di ujung klimaksdengan badan lebam tertikam panas dan perut mencekamia hadir...

Terbitan Lainnya