Air Mata

Puisi-Puisi Nadya Elga: Air Mata Ibu

tubanjogja.org - Air Mata Oleh: Nadya Elga Kita Hanya malam itu, kita tak lebih hanya sepasang burung hantu merindukan senyap, sunyi untuk mencumbu dengan damai di atas ranting pinus tua kita...
Anna Zakiyah Darajad

Puisi Anna Zakiyah Darajad; Surat yang Dikirim dan Balasannya

tubanjogja.org - Anna Zakiyah Darajad Surat yang Dikirim Dari Selatan /1/ Pagi ini, ada satu kertas dalam amplop putih yang sengaja kutitipkan pada Kantor Pos di pinggiran jalan...
Palestina Negeri Tak Bertuan

Puisi-Puisi Rudi Santoso; Palestina dan Negeri Tak Bertuan

tubanjogja.org - Palestina NEGERI TAK BERTUAN Setiap penjuru dihuni singa-singa jalang Hidup laksana biduan tanpa penonton, tanpa saweran Ciptaan Mu begitu indah, katanya.! Hanya sebatas cerita Namun negeriku tak pernah...
Angin Laut

Puisi-Puisi Nadya Sardjo: Aku Bertanya Pada Angin Laut

tubanjogja.org - Angin Laut Oleh: Nadya Sardjo Nyata dan Ilusi "Hari ini langit pun ikut bersedih. Seolah mengerti perasaanku saat ini, Dee," kataku sambil memandang abu-abu di atas atap rumahku. "Apakah...

Sajak Aazamy; Kafan Untuk Jenu(h)

Lekaslah sembuh tanah air yang berlumur gersangguguran daun kering melepas harapan di ujung klimaksdengan badan lebam tertikam panas dan perut mencekamia hadir...
JALAN SETAPAK

Puisi Eka Fety Nurma Asia: JALAN SETAPAK

Oleh: Ika Fety Nurma Asia Sepi dapat bercerita tentang kesunyian, seperti alam yang diam-diam menua dan tak terurus dalam keheningan

Puisi-puisi Mbah Takrib

tubanjogja.org - Hujan dan Kepulangan   Sisa hujan  La malam setelah kepulangan aku mengenangmu dalam sepi sisa resah yg jatuh di jantungku menyisakan dingin di badan La...

Puisi Endri Maeda; Macam-macam Tidur

Satu-satunya penghantar tidur paling menenangkan adalah mengenangmu Di bagian tertentu, mengenangmu membuatku jauh dari tempat tidur
BARA RINDU DI UJUNG ROKOK

Puisi Ahmad Nyabeer; Bara Rindu Di Ujung Rokok

BARA RINDU DI UJUNG ROKOK Yang melumat tubuh ini bukan api, sayang ia tak dapat membakar udara tapi dari merahnya yang nyala kau akan tahu, ia bara rindu yang...
sabda gelombang

Puisi-puisi Ac. Wahib: Sabda Gelombang

Sabda Gelombang Waktu senja, orang-orang berpulang Tatkala perahu-perahu bersandar Menanti surut gelombang besar Berkejaran di penghujung asar Nelayan berwajah lelah Mendorong keranjang hasil tangkapan Bersama peluh dan kepasrahan Laut kemelut merenggut nyawa...

Terbitan Lainnya