Puisi Endri Maeda; Macam-macam Tidur

Satu-satunya penghantar tidur paling menenangkan adalah mengenangmu Di bagian tertentu, mengenangmu membuatku jauh dari tempat tidur
Senandika Pecinta

Senandika Pecinta, Sajak-sajak Daruz Armedian

Tubanjogja.org - Sajak Senandika Pecinta aku lelaki keras kepala sengaja mencintaimu untuk kausia-siakan seumpama jendela yang setia mengamatimu melangkah pergi dan kembali meski yang kautuju adalah pintu cukup aku menjadi jerawat yang...
kepada kekasih

Puisi Zen Kr; Kepada Kekasih

Kepada Kekasih I/ Aku mencintaimu seperti asin pada laut Senantiasa melekat dan melarut. Aku tersesat di hatimu Sebab pandang matamu yang sayu Kerap mengalirkan sejuk ke dalam dada Juga dari senyummu Menyungging...

LUCUNYA SEPAK BOLA INDONESIA

SEPAK BOLA DAN SEORANG IBU YANG MENANGIS Sepak bola seakan menjadi agama Ada yang harus merelakan nyawanya Menenggelamkan cita dan cinta Sepak bola lahir sebagai dunia malam Harus dinikmati...
Lima Cinta yang Kecewa

Lima Cinta yang Kecewa

Cinta - Lima Cinta yang Kecewa /1/ aku dalam kereta malam ini di balik jendela gulita menangkap mataku dan tiba-tiba rindu lebih panjang dari rel dan perjalanan   lidahku tak mungkin lupa rasa...
Menunggu Hujan

Puisi-Puisi Hendri Krisdiyanto; Menunggu Hujan

Kubayangkan ia menjelma setiap gerimis Yang jatuh melalui atap-atap rumahku, Aku ingat, ada satu titik yang bocor Sementara aku telah berada tepat di bawah Celah atap itu.
Pacarku Ingin Tuhan Menghilangkan Matahari

Puisi Endri Maeda; Pacarku Ingin Tuhan Menghilangkan Matahari

'Pacarku Ingin Tuhan Menghilangkan Matahari' dan beberapa sajak Endri Maeda
Hujan dan Kenangan

Hujan dan Kenangan: Antologi Tiga Penyair Sanggar Tinta Merah

tubanjogja.org - Hujan dan Kenangan Tidur di Musim Hujan Bilamana malam ini turun hujan Hal ini yang ingin ku kenang adalah perjumpaan kita di suatu sore;   Dalam perjamuan...
Asap-asap pekat

Puisi-Puisi Ac. Wahib: Cerobong Asap, Asap-Asap Pekat

tubanjogja.org - Asap-Asap Pekat Oleh: Ac. Wahib Cerobong pada mulanya, asap pekat merayap-rayap di langit lamat-lamat terdengar burung-burung sekarat hijau daun, daun hijau memucat tangisan alam mengangkasa seiring udara yang lumat asap-asap...

Puisi Daruz Armedian: Seperti Mereka, Al, Kita Ini Siapa?

seperti mereka, al,  kita ini siapa?   orang-orang menapaki waktu dan waktu tak pernah bertanya kenapa mereka hadir di dunia   seperti mereka, al, kita ini siapa? hidup di tengah-tengah waktu tapi...

Terbitan Lainnya