Sastra

Utopia Seorang Penulis Pemula

tubanjogja.org - Penulis Oleh: Daruz Armedian "Saat individu mencapai usia seratus tahun, ia bisa hidup tanpa cinta atau persahabatan. Kematian akibat penyakit dan ketakhati-hatian bukan hal yang...
Daruz Armedian

Surat Cinta untuk Afi Nihaya

Tubanjogja.org - Afi Nihaya Hallo, apa kabar Afi? Aku harap kamu tidak menjawab aku baik-baik saja dan kemudian pembicaraan kita berhenti sampai di sini. Aku harap kamu...

Berita Bola Minggu Pagi

tubanjogja.org - Berita Bola Oleh Mbah Takrib Real Madrid mempertahankan trofi Liga Champions usai mengalahkan Juventus di final. Prestasi yang belum pernah diraih club lain, bisa dicapai...
Cerpen daruz armedian

Tamu dari Surga

Cerpen Daruz Armedian. - Tuban Jogja Oleh: Daruz Armedian Malam itu ada yang mengetuk pintu rumahku. Tak ada suara lain yang mengiringi ketukan itu. Padahal yang...

Berita Hari Ini: Kematian Sally Di Penyeberangan Layang Depan Kampus UIN Sunan Ampel

tubanjogja.org - Sally Oleh: Daruz Armedian Tidak, Sally. Di sini aku tidak takut apa-apa. Aku tidak takut seandainya kamu datang menemuiku, menghantuiku sebagaimana kamu menghantui orang lain....

Hantu Starla di Stasiun Pasar Turi

Kisah hantu Starla di Stasiun

Pembual itu Tak Seperti Biasanya

Saya ingin agar sesekali orang harus melakukan suatu refleksi kesejarahan, bahwa kopi yang kita minum ini, melewati proses yang panjang. Bahwa ada sejarah yang benar-benar pahit dalam secangkir kopi yang pahit ini. Mulai proses penemuan, penanaman, pembudidayaan, pemaksaan menanam kopi oleh Belanda zaman cultuurstelsel yang memperbudak nenek moyang kita itu. Lalu bagaimana monopoli tengkulak besar dan mengendalikan harga sehingga petani kopi kita sampai saat ini tak kunjung sejahtera. Buruh-buruh di pabrik kopi tak juga sejahtera, dan seterusnya. Yang jelas ada relasi sosial yang menindas dalam proses secangkir kopi yang terhidang di meja kita ini.
Surat untuk Harmoko: Ujung Gang Ndasen

Ujung Gang Ndasen

Tubanjogja.org - Surat untuk Harmoko Oleh, Mbah Takrib* (Surat untuk Harmoko) Salam, Harmoko yang baik, aku selalu percaya padamu, sebagaimana awal perjumpaan kita di Gang itu. Kau adalah...
Tepi Gang Ndasen

Tepi Gang Ndasen

Tubanjogja.org, Tepi Gang Ndasen. Oleh, Mbah Takrib* Kami terdiam cukup lama, menghela nafas dan saling menatap. Udara dingin yang menghantam kulit, kini terasa seperti cambukan yang menyayat...
Telikungan Gang Ndasen

Telikungan Gang Ndasen

Tubanjogja.org, Telikungan Gang Ndasen. Oleh, Mbah Takrib* Segalanya telah berubah, bagiku juga bagimu Benar, perubahan adalah hal yang pasti, entah karena takdir Tuhan atau hukum alam.  Kini,...